Dugaan Kepemilikan Saham Anaknya di PT Position, Kapolri Didesak Mundur dari Jabatannya

kapolri mutasi 19 irjen pol ini daftar namanamanya fdr
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Munculnya desakan publik agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera mundur dari jabatannya terus menguat.

Dari informasi yang dihimpun, muncul rumor baru terkait dugaan kepemilikan saham anak Kapolri di PT Position, perusahaan Pertambangan yang beroperasi di Halmahera Timur. Koalisi Save Maba Sangaji menilai rumor tersebut berpotensi memengaruhi objektivitas penyidikan hukum terhadap kriminalisasi 11 warga Desa Maba Sangaji.

“Rumor kepemilikan saham anak Kapolri Listyo Sigit ini ramai terdengar di Halmahera Timur. Rumor tersebut mungkin saja jadi faktor utama kriminalisasi 11 warga desa Maba Sangaji. Ini yang harus dijelaskan Kapolri Sigit. Jangan sampai hanya sekedar rumor,” ujar Juru Bicara Koalisi Save Maba Sangaji, Guntur Harahap.

Guntur menegaskan, di tengah sorotan publik terhadap kegagalan aparat dalam menangani demonstrasi, isu tersebut berpotensi memperburuk citra Kapolri. Karena itu, ia mendesak Listyo Sigit segera meluruskan kabar yang berkembang mengenai dugaan kepemilikan saham anaknya di PT Position.

Baca juga : 50 Orang Delegasi Perwakilan Partai Buruh dan Serikat Kerja Akan Menyerahkan RUU Ketenagakerjaan ke DPR

Selain kepemilikan saham anaknya, banyak tokoh dan organisasi masyarakat sipil menilai kepemimpinannya gagal merespons berbagai persoalan, termasuk penanganan demonstrasi dalam sepekan terakhir, Kamis malam 18 September 2025.

Aktivis reformasi 1998 sekaligus akademisi, Ubedilah Badrun, serta Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, sebelumnya telah menyuarakan agar Kapolri Sigit mengundurkan diri.

Baca juga : Menteri P2MI Mukhtarudin Tekankan Penguatan Kerjasama Internasional untuk Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Bahkan, Aliansi Mahasiswa Aceh Tenggara Bersatu dan sejumlah koalisi masyarakat sipil juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopotnya.

Namun, Presiden Prabowo dinilai mengabaikan desakan publik tersebut. Menurut Uchok Sky, sikap Prabowo menunjukkan ketidakberanian menghadapi Kapolri maupun mantan Presiden Joko Widodo.

“Baru kali ini ada seorang TNI takut sama Polisi. Biasa seorang TNI sangat pede dan berani jika berhadapan dengan seorang Polisi,” sindir Uchok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *