Satusuaraexpress.co | Jakarta — Warga Puri Kembangan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mendadak geger. Seorang wanita berusia 49 tahun ditemukan tewas di kursi tamu kontrakannya. Korban, diketahui berinisial Sum diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, Wisman.
Korban ditemukan sudah tak bernyawa oleh temannya. Sebelum menghabisi nyawa istrinya, pelaku sempat cekcok karena masalah perselingkuhan sekitar pukul 10.00 WIB.
Diketahui, pelaku dan korban telah menjalin rumah tangga selama 29 tahun. Dari pernikahannya itu, keduanya dikaruniai dua orang anak. Namun, belakangan ini hubungan rumah tangga mereka tidak harmonis. Pelaku menduga istrinya berselingkuh bahkan telah menikah siri dengan pria lain yang dikenal melalui media sosial.
Baca juga : Korlantas Polri Beri Sanksi Tegas Mobil Patroli Nakal yang Masih Menggunakan Strobo dan Sirine
Perselingkuhan ini diduga menjadi pemicu konflik yang semakin memuncak. Pada 5 Agustus 2025, korban sempat menyusul pria selingkuhannya ke luar kota. Meskipun sempat pulang ke kampung halamannya di Kendal pada 12 Agustus 2025 dan mencoba mediasi dengan pelaku, korban kembali ke Jakarta pada 20 Agustus 2025 untuk kembali tinggal bersama.
Namun, menurut pengakuan pelaku, sikap korban masih dingin dan tidak mesra. Puncaknya terjadi pada 23 September 2025. Korban berpamitan ingin kembali ke Kendal, dengan alasan kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi dan ada kekhawatiran dari pelaku bahwa korban akan kembali menemui pria selingkuhannya.
Saat korban bersikukuh ingin pergi, pelaku yang emosi langsung mencekik leher istrinya menggunakan tali tas yang berada di dekat mereka. Korban pun lemas dan tidak bergerak.
Pelaku, Wisman, mengaku sakit hati karena merasa dikhianati dan ditinggalkan. Emosinya memuncak karena korban bersikukuh ingin pergi dan meninggalkan dirinya. Pelaku juga merasa bahwa korban tidak lagi memberikan kasih sayang seperti sebelumnya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Pelaku kini telah diamankan dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.













