Satusuaraexpress.co | Jakarta – Dunia perolitikan nasional kembali diselimuti awan gelap. Polemik seputar posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini semakin tajam dan tak lagi sekadar menjadi perbincangan di balik layar.
Isu ini memanas setelah sejumlah Jenderal Purnawirawan TNI secara terbuka mengajukan desakan pemakzulan terhadap Gibran ke tiga lembaga tinggi negara: DPR, MPR, dan DPD.
Baca juga : Sempat Kisruh, Presiden Prabowo Tetapkan Empat Pulau Mikik Provinsi Aceh
Surat bertanggal 26 Mei 2025 tersebut ditandatangani oleh tokoh-tokoh militer senior, antara lain:
1. Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi
2. Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan
3. Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto
4. Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto
Dalam pernyataannya, para purnawirawan menyebut proses pencalonan Gibran cacat hukum karena diputuskan oleh pamannya, mantan Ketua MK Anwar Usman, serta memasukkan kelayakan dan kapasitas Gibran sebagai mantan Wali Kota Solo yang minim pengalaman di tingkat nasional.
“Dengan pengalaman yang terbatas dan latar belakang pendidikan yang diragukan, sangat naif karena negara ini memiliki Wakil Presiden yang tidak patut dan tidak pantas,” tegas mereka dalam surat tersebut.
Baca juga : Kakorlantas Tolak Kata “Oknum”, Pelanggaran Anggota Adalah Tanggung Jawab Institusi
Situasi ini mendapat tanggapan dari Mahfud MD, pakar hukum tata negara dan mantan Menko Polhukam.
Dalam kanal YouTube pribadinya, Mahfud menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki hak konstitusional untuk mengusulkan dua nama calon Wakil Presiden pengganti ke MPR jika Gibran benar-benar dimakzulkan.
“Ini sudah diatur secara konstitusional. Jika Wapres berhalangan tetap atau dimakzulkan, maka MPR akan memilih dari dua nama yang diajukan Presiden,” jelas Mahfud.
4 Tokoh Potensial Pengganti Gibran
Dalam analisisnya, Mahfud menyebut empat nama tokoh nasional yang dinilai berpeluang besar menjadi calon pengganti Gibran.
1. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) – Mewakili Demokrat, sosok muda namun belum menjadi figur sentral.
2. Puan Maharani – Ketua DPR dari PDIP, simbol kekuatan politik senior dan stabilitas parlemen.
Baca juga : Bentuk Negara Hadir, Menteri Karding Jenguk Sri Wahyuni yang Dirawat di RS Polri
3. Ganjar Pranowo – Mantan Gubernur Jawa Tengah, representasi kekuatan elektoral PDIP pasca pilpres.
4. Anies Baswedan – Mantan capres dan eks Gubernur DKI Jakarta. Meski peluangnya kecil, Mahfud tidak menutup kemungkinan kompromi politik besar.
“Kalau ingin membangun keseimbangan politik, bisa jadi Puan atau Ganjar. Yang dari PDIP-lah,” ujar Mahfud, menyiratkan kemungkinan arah kompromi politik yang tengah dibangun Presiden Prabowo.













