Berantas Sampai Habis, Polres Jaksel Amankan 23 Preman Berkedok Jukir di Blok M dan Kemang

IMG 20250519 200154 scaled
Jajaran Polrestro Jakarta Selatan memperlihatkan barang bukti senjata tajam hasil operasi Berantas Jaya 2025.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Operasi Berantas Jaya 2025 masih digencarkan di wilayah Jakarta Selatan. Melibatkan unsur tiga pilar yakni TNI-Polri serta Satpol PP, operasi menyasar wilayah Blok M, Kemang dan Pasar Minggu.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih mengungkapkan, hasil kegiatan Operasi Berantas Jaya 2025 yang dilakukan Unit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan beserta TNI dan Satpol PP beberapa hari ini diamankan puluhan orang.

“Puluhan pelaku premanisme kami amankan,” kata Murodih di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (19/5/2025).

Baca juga : Utang Luar Negeri Indonesia Rp 7.126 Triliun, Naik 6,4 Persen

Dalam kesempatan yang sama, Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Bima Sakti menambahkan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengamankan sebanyak 23 preman berkedok juru parkir (jukir) dalam Operasi Berantas Jaya 2025.

“Ada juga 2 posko ormas yang berhasil kami amankan pada hari ini,” tegas Bima.

IMG 20250519 152720 scaled

Sebanyak 23 preman berkedok juru parkir ini berhasil diamankan dari kawasan Blok M dan Kemang. Selain itu, diamankan barang bukti senilai Rp1.858.000.

“Modus dari preman berkedok juru parkir ini yaitu mereka memarkirkan kendaraan tanpa legalitas yang jelas dan juga tidak diberikan kepada dinas terkait, maupun retribusi terkait. Hasil parkir tersebut digunakan untuk keuntungan mereka sendiri, ” ujarnya.

Baca juga : Respon Luhut Binsar Saat Ditanya Pemakzulan Wapres, “Orang-orang Kampungan”

Selanjutnya pada 2 lokasi posko ormas langsung dilakukan pembongkaran. Posko ormas pertama berada di salah satu minimarket di wilayah Pasar Minggu. Petugas mendapatkan informasi bahwa memang ada kegiatan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Karena dari posko ormas ini sering digunakan untuk meminum minuman keras.

Lokasi posko ormas kedua disini masih tetap di kawasan Pasar Minggu, posko didirikan di atas fasilitas umum (Fasum) milik Pemprov Jakarta. Dimana, lokasi didirikannya posko merupakan trotoar.

IMG 20250519 153239 scaled

“Saat kami cek ke lokasi memang disana banyak atribut atau tergambar atribut di posko salah satu ormas. Lalu kami lakukan penggeledahan terhadap posko ini,” tegas Bima.

Dari penertiban posko Ormas, petugas mengamankan sebanyak 4 buah senjata tajam (sajam) yang terdiri dari 2 sajam jenis celurit, pedang dan juga satu jenis mandaw serta 3 benda tumpul, yaitu 2 jenis stik golf dan kayu.

Baca juga : Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama DKI Jakarta Jalani Uji Kelayakan di DPRD

“Lokasi posko ormas kedua ini memang sering digunakan untuk tepat berkumpul salah satu ormas berikut diperoleh barang bukti berupa beberapa dokumen. Dapat kami jelaskan sedikit, seperti proposal permintaan bantuan, buku rekapan terkait uang masuk ke dalam ormas sejak 2021-2023. Ada juga amplop berstempel nantinya disebarkan oleh anggota ormas ke warga dan kami dapati surat kuasa untuk meminta hutang juga,” ungkap Kanit Resmob.

Sehingga selama 11 hari belakangan Polres Metro Jakarta Selatan sudah melakukan tindakan. Yaitu melakukan proses hukum terhadap tujuh perkara yaitu pengeroyokan, pencurian dengan kekerasan dan juga penadahan.

Polres Metro Jakarta Selatan pun sudah melakukan pelatihan sebanyak 174 kali. Yakni terhadap preman berkendok jukir, pengamen, kolektor hutang, dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *