Satusuaraexpress.co | Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan melakukan pengerukan sedimen lumpur di sepanjang Kali Grogol. Sebanyak tiga unit excavator dan enam unit dump truk beserta 200 personel pasukan biru lengkap dengan peralatan diterjunkan.
Turut hadir R. Heryanto selaku mantan Koordinator Normalissi Waduk dan sungai periode 2013 -2017 era Gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok. Kehadiran Heryanto guna memberi masukan terkait pengerukan lumpur di kali Grogol Cilandak Jakarta selatan.
“Kegiatan di Kali Grogol kita mulai dari hari Minggu dalam rangka 100 hari kerja Pak Gubernur DKI Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Rano Karno,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin saat meninjau di Kali Grogol, Jumat (28/2)2025).
Baca juga : Polsek Tambora Ringkus Tiga Pelaku Curas Besenjata Tajam
Munjirin menjelaskan adapun segmen pertama dalam pengerukan Kali Grogol, yakni berada di Waduk Lebak Bulus hingga Jalan Lebak Bulus 1 dengan panjangnya 519 meter. Pihaknya menargetkan dalam waktu sebulan bisa mengerjakan pengerukan di kali tersebut dengan kedalaman antara 80 sampai satu meter.
“Mudah-mudahan bisa tercapai kedalaman yang kita kerjakan itu antara 80 sampai 1 meter dan kalau ada lokasi yang memungkinkan untuk digali lebih dalam lagi akan kami laksanakan. Target satu bulan selesai,” ujarnya.
Munjirin menyebut, pemilihan lokasi ini lantaran Kali Grogol belum tersentuh dalam penanganan banjir sehingga perlu dioptimalkan. “Pengerukan kali ini dilakukan di Kali Grogol, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. Kali Grogol memiliki panjang kurang lebih 8.000 meter dari Jalan Jati sampai Jalan Pondok Indah,” ujarnya.
Baca juga : Polsek Kalideres Ungkap Jaringan Narkoba Antar Provinsi, 14.000 Pil Ekstasi Disita
Diketahui, Kali Grogol memiliki lebar existing 10 meter tetapi di lokasi saat ini diketahui hanya 4 sampai 6 meter. Rencananya akan diperlebar menjadi 20 meter serta kedalaman seharusnya tiga meter, namun saat ini kedalaman hanya 30 sentimeter sampai semeter.
“Ke depannya akan dibuatkan turap baja (sheet pile) di lokasi tersebut agar tidak terjadi longsor dan lebar jalan bisa dimanfaatkan, ” tutupnya.













