Miris, Dua Anak Kepergok Curi Sepeda Ontel di Penjaringan

Hasil Jual Sepeda Hanya Terima Lima Ribu

IMG 20241215 WA00082
Aiptu Rois menemui dua bocah yang tertangkap tangan mencuri sepeda.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Dua orang bocah berinisial RE (8) dan GI (12) tertangkap tangan oleh warga saat mencuri sepeda ontel di wilayah Muara Karang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Kedua bocah itu pun diamankan ke Polsubsektor Penjaringan.

Beruntung, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jembatan Besi Polres Metropolitan Jakarta Barat Aiptu Rois segera bertindak cepat. Aiptu Rois yang menerima laporan dari Kapolsubsektor Muara Karang, Ipda Sardi langsung menuju tempat dimana dua bocah tersebut diamankan.

Saat ditanya tempat tinggal, salah satu bocah tersebut mengaku tinggal di wilayah Jembatan Besi tepatnya di belakang Mal Season City, Tambora, Jakarta Barat. Merasa warganya sedang dalam masalah, Aiptu Rois yang memiliki kepedulian sangat tinggi segera menemui kedua bocah itu.

Baca : Ngaku Kebal Hukum, Sudah Dua Bulan Anak Pemilik Roti Masih Belum Ditangkap

Setibanya di Polsubselror Muara Karang, Aiptu Rois menerima laporan bahwa dua bocah tersebut terpaksa diamankan oleh warga dan Ketua RT karena tertangkap tangan melakukan pencurian sepeda yang tergeletak didepan dan teras rumah warganya.

Tak hanya sekali, dari rekaman CCTV sebelumnya diketahui bahwa anak tersebut pernah melakukan pencuian yang sama sekitar 4 kali. Usut punya usut, kedua bocah tersebut terpaksa mencuri lantaran di suruh oleh kakak keponakanya bernama Rijik (13).

Dari pengakuan RE, setelah berhasil mencuri, sepeda tersebut di gowes dari Muara Karang sampai di Jembatan Besi yang berjarak 10 kilo. Kemudian setibanya di Season City sepeda diserahkan ke Rijik. Mirisnya dari hasil penjualan RE hanya dikasih lima ribu rupiah. Sedangkan GI yang mengontrak di Setia Kawan, Gambir, Jakarta Pusat dikasih sepuluh ribu rupiah.

Aiptu Rois yang mendapat amanat atas kedua bocah tersebut mengantarnya ke orangtuanya. Penyerahklan kepada orang tua disaksikan Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Pasca kejadian ini, Aiptu Rois berpesan agar para orang tua lebih memperhatikan pendidikan dan pertumbuhan anak-anaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *