Satusuaraexpress.co – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak Pemerintah untuk menggunakan alat tes cepat Covid-19 GeNose-19 di semua bandara guna mencegah penyebaran Covid-19.
GeNose merupakan alat test deteksi dini Covid-19 melalui embusan nafas yang dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada. Cara menggunakannya, seseorang dihimbau untuk tidak merokok dan puasa selama setengah atau satu jam sebelum tes dilakukan, kemudian seseorang hanya menghembuskan napas ke kantong sekali pakai untuk kemudian dianalisis oleh alat yang hanya membutuhkan waktu 3 menit.
Menurut Komisioner BPKN Adrianus Garu, GeNose dapat menahan penyebaran Covid-19, karena GeNose sudah teruji dalam mendeteksi paparan Covid-19 dengan cepat, sehingga penggunaanya sudah dapat dilakukan secara massal.
Penggunaan GeNose, diharapkannya, tidak hanya berlaku di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang, Bandara Udara Husen Sastranegara, Bandung, Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
“Tetapi (GeNose) dilakukan juga di bandara udara yang memiliki mobilitas penumpang sangat padat seperti Bali, Jakarta dan Medan maupun di provinsi yang memiliki kasus Covid-19 sangat tinggi,” harap Mantan Anggota DPD-RI ini, Minggu (04/04).
Lebih lanjut, Adrianus menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mendorong semua pihak untuk menggunakan produksi dalam negeri yang memiliki kualitas sama dengan hasil produksi luar negeri, sehingga karya putri-putri yang menemukan alat GeNose dilakukan secara massal sebagai bentuk dukungan terhadap produksi dalam negeri.
“Penggunaan GeNose secara massal merupakan bentuk kecintaan kita terhadap produksi dalam negeri yang keakuratanya sudah teruji dengan baik,” imbuh dia.
Dia mengatakan, GeNose merupakan hasil karya putra-putri Indonesia yang mampu mendeteksi Covid-19 dalam waktu singkat serta biaya murah dari pada menggunakan tes cepat PCR dengan biaya yang mahal. (ad)













