Satusuaraexpress.co | Jakarta — Menanggapi maraknya peredaran dan praktik judi online yang semakin meresahkan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan, bersatu padu membangun kesadaran serta pengawasan bersama guna mencegah dan memberantas praktik yang merusak tatanan sosial tersebut dari akar rumput.
Ajakan tegas itu disampaikan Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Ali Murtadho, usai meresmikan sekaligus membuka kegiatan bincang-bincang bertema “Ngopi Waspada” yang berlangsung di Aula SMKN 53 Cengkareng, pada Kamis (20/8).
Di hadapan para peserta yang hadir, Ali meminta agar para pengurus Rukun Tetangga dan Rukun Warga untuk turut aktif berdiri di garda terdepan menjaga keamanan lingkungan, serta mencermati titik-titik keramaian yang kerap dijadikan warga tempat berkumpul.
“Untuk mengatasi judi online, kami minta kepada pengurus RT RW untuk aktif menjaga lingkungan. Awasi spot-spot yang biasa menjadi tempat nongkrong, seperti pos kamling, pojok-pojokan,” tegas Ali.
Baca juga : Pemkot Jakarta Barat Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tekan Angka Stunting
Lebih jauh, Ali menjelaskan bahwa gerakan bersama ini bukan sekadar menjadi agenda rutin Inspektorat Pembantu Kota Jakarta Barat semata, melainkan wujud nyata penguatan benteng pencegahan yang dibangun hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Penglibatan seluruh elemen, ujarnya, menjadi mata pengawas yang tersebar di setiap sudut lingkungan.
“Hadirnya unsur kelembagaan pada kegiatan ini bisa menjadi ‘CCTV’ di tengah masyarakat. Misalnya, kalangan pemuda, seperti karang taruna, bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif. Tokoh agama, bisa melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan dengan menyampaikan materi tentang bahaya judi online. Jadi semua terlibat,” paparnya.
Penegasan itu pun ditutup dengan ajakan yang menyentuh hati: “Mari kita jaga lingkungan kita masing-masing dari ancaman judi online yang merusak tatanan sosial.”
Baca juga : Memasuki Tahun Ajaran Baru, Kak Agus Ramdani Minta Ekskul Pramuka Tetap Berjalan
Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani, turut memaparkan langkah-langkah preventif yang mulai diterapkan di lingkungan pendidikan guna menjauhkan para peserta didik dari jerat perjudian daring. Salah satunya adalah pembatasan sekaligus pembinaan dalam penggunaan perangkat gawai di lingkungan sekolah.
“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah penerapan bijak bergawai di sekolah. Dengan membatasi penggunaan gawai, anak-anak bisa kami pantau kegiatannya di sekolah. Selain itu, kami juga memberikan sosialisasi kepada siswa terkait dampak bahaya dari judi online,” jelas Agus.
Kendati membatasi penggunaan gawai, pihaknya tidak melarang sepenuhnya sekolah untuk melakukan pengecekan perangkat peserta didik bilamana diperlukan. Langkah pemeriksaan itu pun diserahkan kepada kebijakan masing-masing satuan pendidikan, tentunya dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan.
Agus juga menambahkan bahwa pihaknya akan senantiasa berkoordinasi dengan inspektorat guna mengambil langkah pengamanan bilamana ditemukan indikasi praktik judi online di lingkungan pendidikan.
Melalui sinergi antara pengawasan lingkungan, pembinaan keagamaan, hingga pengendalian di lingkungan sekolah, diharapkan benih-benih perjudian daring dapat diputus sejak dini, sehingga Jakarta Barat tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, dan terbebas dari dampak buruk perjudian.











