Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sepanjang Jalan Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, kini mulai tampak tanda-tanda pembangunan yang tertata rapi di tepi jalan. Di bawah permukaan aspal yang ramai dilalui kendaraan, tersusun rencana besar untuk menuntaskan persoalan air yang kerap meluap saat langit menurunkan hujan lebat.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Sumber Daya Air terus bergerak membangun infrastruktur pengendali banjir berupa saluran air bawah tanah dengan metode jacking, sebuah teknik canggih yang memungkinkan pembangunan berlangsung tanpa membongkar seluruh permukaan jalan secara luas.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa saluran-saluran yang ada di kawasan itu selama ini sudah tak lagi memadai menampung limpasan air hujan. Saat hujan turun deras, air meluber mencari jalan, meninggalkan genangan yang menyulitkan warga dan melumpuhkan sementara kelancaran lalu lintas. Dengan metode jacking, saluran baru dibangun melintasi bawah tanah, menjaga permukaan jalan tetap berfungsi meski pekerjaan sedang berjalan di kedalaman yang cukup signifikan.
“Proyek itu direncanakan berlangsung selama enam bulan. Melalui metode jacking, kami berharap area yang biasa tergenang, mulai dari Karang Tengah hingga kawasan Adhyaksa, dapat diminimalkan bahkan dihilangkan karena muara akhirnya menuju Kali Pesanggrahan,” ujar Syafrin, Rabu (19/8/2026).
Baca juga : Polemik Pemborosan Rp2,66 Miliar di Sudin SDA Jaksel: Temuan BPK, Sikap Aparat, dan Desakan Tegas
Saluran tersebut menjalar di kedalaman yang bervariasi yakni sekitar tujuh meter di bagian hulu, dan semakin dalam hingga sembilan hingga 12 meter menjelang hilir. Di sana, air akan dialirkan menuju Kali Pesanggrahan sehingga tak lagi meluap ke permukaan. Secara keseluruhan, pipa yang dipasang berdiameter 1,2 meter dan merentang sepanjang 1.298 meter, hampir menyentuh angka 1.300 meter, membentang dari Saluran Penghubung Pertanian hingga Saluran Penghubung Adhyaksa.
“Pekerjaan kini telah memasuki titik awal pembangunan atau pit pertama dari total sepuluh titik yang disiapkan. Jalur saluran ini sengaja dirancang melintasi sejumlah kawasan yang kerap menjadi langganan genangan yakni mulai dari persimpangan Saluran Penghubung Pertanian, Kompleks DKI, Kompleks Bona Indah, hingga kawasan Adhyaksa, ” terang Syafrin
Kapasitas saluran ini diklaim sudah cukup besar untuk menampung aliran dari hulu, sehingga diharapkan mampu menahan dan mengalirkan air dengan jauh lebih tertib dibandingkan saluran-saluran lama. Namun, pembangunan yang menembus di bawah sebagian badan jalan tak lepas dari dampak terhadap arus lalu lintas.
Baca juga : SDA Jaksel Bangun Waduk di Lahan Seluas 2,8 Hektare, Solusi Modern Atasi Banjir
Ruang yang digunakan menyempit sementara, pengalihan arah dipasang, dan petugas terlihat mengatur di sepanjang lokasi kerja. Karena itulah, pemerintah kota menyampaikan permohonan pengertian kepada seluruh warga dan pengguna jalan.
“Kami minta masyarakat dapat bersabar menunggu sampai proyek ini selesai hingga pengaturan lalu lintas kembali normal,” pesan Syafrin.
Syafrin menambahkan imbauan serupa agar pengguna jalan senantiasa mematuhi rekayasa lalu lintas, mengikuti petunjuk di lapangan serta rambu-rambu yang terpasang. Kesabaran dan kepatuhan ini, kata dia, menjadi jembatan menuju hasil yang bermanfaat besar seperti Jakarta Selatan yang lebih kering, lebih tenang, dan jauh dari genangan saat musim hujan tiba nanti. Seluruh pekerjaan ditargetkan tuntas menjelang Desember 2026.











