Satusuaraexpress.co | Jakarta — Tantangan tumbuh kembang anak di era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga oleh kesiapan keluarga dalam mendampingi setiap tahap awal kehidupan anak.
Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Bundamedik Tbk (BMHS/RS Bunda Group) melalui RSIA Bunda Jakarta kembali menyelenggarakan Bunda Parenting Convention 2026, yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Sedunia. Ajang ini mengusung tema: “From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters.”
Sejalan dengan tema Pekan Menyusui Sedunia tahun ini “Breastfeeding for a Sustainable Future: Strengthen What Works” yang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat praktik-praktik baik dalam mendukung keberhasilan menyusui, Bunda Parenting Convention 2026 hadir sebagai ruang edukasi bagi keluarga. Tujuannya, membekali orang tua dengan pengetahuan dan dukungan yang diperlukan demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.
Membesarkan Anak Butuh Dukungan Seluruh Ekosistem
Sebuah peribahasa Afrika berbunyi: “It takes a village to raise a child” yang berarti membesarkan anak bukanlah tanggung jawab orang tua semata, melainkan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Di tengah dunia yang semakin kompleks, makna pepatah itu semakin relevan: anak membutuhkan ekosistem yang mendukung agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Membangun masa depan anak dapat dimulai dengan memperkuat keluarga dan komunitas melalui ekosistem pengasuhan yang saling mendukung.
Baca juga : Trik Anak Tak Bosan Belajar, KB TK Aisyiyah 21 Rawamangun Gelar Acara Parenting
BMHS meyakini kesehatan ibu dan anak tidak berhenti pada layanan medis semata, melainkan dibangun melalui ekosistem yang menghubungkan layanan klinis, edukasi, serta keterlibatan keluarga. Bunda Parenting Convention 2026 menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
“Selama lebih dari lima dekade, BMHS terus memperkuat ekosistem keluarga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan hingga tumbuh optimal. Komitmen ini kami wujudkan dengan mengintegrasikan layanan klinis, edukasi, dan pendampingan keluarga, sekaligus aktif membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pengasuhan. Melalui pendekatan ini, kami ingin memastikan keluarga Indonesia memperoleh dukungan yang relevan dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan di era modern,” ujar Dr. dr. Ivan Rizal Sini, Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk (BMHS).
Pendekatan Holistik dari Masa Kehamilan Hingga Tumbuh Kembang Anak
Sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem kesehatan keluarga yang utuh, BMHS terus memperkuat pusat layanan unggulan mencakup kesehatan wanita dan anak, bedah robotik, uro-nefrologi, ortopedi, pencernaan, hingga kardiovaskular.

Khusus dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, RSIA Bunda Jakarta menerapkan pendekatan Family Integrated Care (FICare) di ruang Perawatan Intensif Neonatus (NICU), yang melibatkan orang tua langsung sebagai bagian dari tim perawatan bayi. Pendekatan ini dipadukan dengan metode Perawatan Metode Kanguru serta rangkaian edukasi sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan, sehingga orang tua siap mendampingi anak di setiap tahap kehidupannya.
Baca juga : Kadisdik DKI: Edukasi Profil Pancasila dan Peran Orang Tua Hal Utama Dalam Mendidik Anak
Bunda Parenting Convention 2026 menghadirkan beragam materi edukatif yang diangkat dari persoalan nyata yang sering dijumpai tenaga medis dalam praktik sehari-hari, dikemas dalam bentuk lokakarya interaktif. Materi mencakup:
– Persiapan kehamilan melalui teknik hypnobirthing dan perawatan bayi baru lahir;
– Pemahaman tumbuh kembang anak untuk mendeteksi dini gangguan perkembangan;
– Penanganan masalah makan pada bayi dan anak usia dini;
– Pencegahan obesitas pada anak, yang melibatkan pula tenaga pendidik tingkat TK dan SD;
– Peran ayah dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif hingga dua tahun.
Sesi khusus bertema “Ayah ASI” juga dihadirkan untuk mengajak para ayah berbagi pengalaman dan menegaskan bahwa keberhasilan menyusui adalah tanggung jawab bersama, di mana ayah berperan penting sebagai pendukung utama ibu.
Peran Ibu dan Dukungan Keluarga Kunci Masa Depan Anak
Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, menekankan pentingnya ekosistem yang mendukung ibu dan keluarga sejak awal kehidupan anak.
“Sebagai seorang ibu, saya percaya bahwa ibu adalah arsitek kehidupan. Nilai dan prinsip tidak pertama kali disemai di institusi pendidikan, tetapi dari rumah sejak dini, dan ibu adalah penyemai pertama. Menjalankan peran sebagai perempuan yang bekerja sekaligus membangun keluarga memang penuh tantangan, tetapi sesuatu yang sangat mungkin dan dapat dilakukan. Dengan kerja sama sebagai kunci dalam keluarga serta lingkungan yang mendukung, ibu dapat menjalankan kedua perannya secara optimal. Karena itu, memberdayakan perempuan berarti berinvestasi pada masa depan yang lebih cerah dan lebih baik,” ujarnya.
Baca juga : Banyak Anak Nge-BM dan Jadi Gangster, DPRD: Pemkot Tangerang Harus Tegas
Tantangan Pengasuhan di Era Modern: Tidak Sekadar Soal Fisik
Di era modern, tantangan tumbuh kembang anak semakin kompleks dan tidak lagi hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik. Orang tua dihadapkan pada berbagai keputusan penting sejak awal kehidupan anak, mulai dari pemenuhan gizi, stimulasi perkembangan, hingga kesehatan mental keluarga. Di sisi lain, derasnya arus informasi kesehatan yang belum tentu akurat membuat keluarga semakin membutuhkan pengetahuan dan pendampingan yang tepat.
“Tantangan tumbuh kembang anak di era modern tidak lagi berkaitan dengan aspek medis semata, tetapi juga kesiapan keluarga serta komunitas dalam memperoleh dukungan dan edukasi yang tepat bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, melalui Bunda Parenting Convention yang juga diadakan dalam rangka Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Internasional 2026, RSIA Bunda Jakarta melalui jajaran dokter multidisiplin berkomitmen mendukung dan mendampingi keluarga memperoleh pengetahuan dan pendampingan yang relevan untuk setiap tahap tumbuh kembang anak secara optimal,” jelas dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS. (dr. Tiwi), Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta.
Sementara itu, Dr. dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A., Subsp.Neo., Dokter Anak Konsultan Neonatologi RSIA Bunda Jakarta, menyoroti pentingnya peran keluarga dalam perawatan bayi prematur:
“Perawatan bayi prematur tidak berhenti saat bayi diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta kesiapan bayi menghadapi berbagai tantangan di awal kehidupannya. Karena itu, edukasi untuk seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perawatan. Melalui Bunda Parenting Convention, kami ingin membekali keluarga dengan pengetahuan yang tepat agar mereka lebih percaya diri dalam merawat bayi prematur dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.”
Baca juga : Banyak Kenakalan dan Kekerasan Anak di Kota Tangerang, LPA: Dinas dan P2TP2A Belum Maksimal
Langkah Nyata Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas
Melalui penyelenggaraan Bunda Parenting Convention 2026, BMHS terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan klinis, tetapi juga pada pengembangan ekosistem kesehatan ibu dan anak yang berkelanjutan. BMHS berkomitmen untuk terus memperkuat praktik-praktik yang telah terbukti efektif melalui integrasi layanan kesehatan, edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan pendekatan tersebut, BMHS berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung keluarga Indonesia memberikan awal kehidupan terbaik bagi setiap anak, sekaligus mendorong terwujudnya generasi yang lebih sehat, tangguh, dan berkualitas.











