Satusuaraexpress.co | Kepualauan Seribu — Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Kepulauan Seribu tak berhenti oleh keterbatasan jarak dan laut. Melalui langkah-langkah nyata dan inovasi yang menyentuh langsung ke rumah warga, mereka terus memaksimalkan program layanan jemput bola demi menjangkau setiap lapisan masyarakat.
Kepala Seksi Data Informasi dan Pengawasan Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu, Angga Noviar, menegaskan bahwa setiap warga yang berdiam di wilayah ini adalah penduduk yang wajib didata dan dilayani sebaik-baiknya. Sebuah komitmen yang kemudian diwujudkan dalam langkah nyata: petugas turun menyisir pemukiman, berkeliling dari kampung ke kampung, menyapa warga hingga ke Pulau Panggang yang dikenal sebagai salah satu pulau terpadat di kawasan tersebut.
“Kami senantiasa membantu permasalahan adminduk masyarakat melalui konsultasi dan edukasi warga, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang rutin dilaksanakan di wilayah kepulauan,” ujar Angga, Minggu (2/8/2026).
Di balik keberhasilan ini, berdiri sebuah inovasi andalan yang diberi nama indah: Layanan Tanpa Batas (Lantas) Samudera. Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan keterbatasan akses geografis yang dihadapi warga, menggabungkan sejumlah gagasan cerdas, mulai dari Dukcapil Guru Tamu, Inovasi Seribu Pulau Satu Data, hingga strategi jemput bola yang digerakkan langsung ke pulau-pulau terpencil. Sebuah harmoni program yang menyatu, membawa layanan administrasi menembus batas jarak dan selat.
Baca juga : Dukcapil DKI Jakarta Luncurkan Alpukat Betawi 2.0, Layanan Adminduk Semakin Cepat, Aman, dan Mudah Diakses
Kegigihan ini kini membuahkan hasil yang membanggakan. Capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kepulauan Seribu telah mencapai angka 74 persen dari total 21.035 Warga Wajib KTP (WKTP). Secara rinci, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mencatat 12.251 WKTP, sementara Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan tercatat sebanyak 8.784 jiwa.
Angka yang tak sekadar angka — angka yang membawa Kepulauan Seribu menempati peringkat pertama secara nasional dalam cakupan kepemilikan IKD, mengungguli Kabupaten Wonogiri di posisi kedua dan Kota Magelang di peringkat ketiga. Sebuah prestasi gemilang yang lahir dari ketekunan petugas menyambangi warga dari satu pulau ke pulau lain.
Melalui Lantas Samudera, petugas tak sekadar mendata penduduk, melainkan juga hadir membawa pemahaman. Mereka memberikan edukasi agar warga semakin sadar betapa pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan bagi kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya adalah menjaga ketertiban adminduk dan memberikan layanan yang membahagiakan bagi warga. Masyarakat juga dapat memantau data jumlah pendatang secara transparan melalui dasbor resmi ‘Dariku Untukmu’ milik Dinas Dukcapil DKI Jakarta,” tandas Angga.











