Polisi Bongkar Peredaran Narkoba di Cipayung, Modus ‘Tempel’ Pakai Stiker Sedot WC

polda metro jaya mengungkap peredaran narkoba dengan sistem tempel dan stiker sedot wc jadi kode 1781660269647 169
Polisi Bongkar Peredaran Narkoba di Cipayung, Modus 'Tempel' Pakai Stiker Sedot WC.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba yang beroperasi di wilayah Cipayung, Jakarta Timur. Keunikan kasus ini terletak pada modus yang digunakan pelaku yakni sistem “tempel” dengan stiker bergambar sedot WC sebagai kode rahasia penanda lokasi penyimpanan barang haram.

Pengungkapan dilakukan oleh Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Minggu (14/6/2026). Awalnya, tim penyidik menerima laporan informasi mengenai adanya rencana transaksi narkoba di kawasan tersebut. Berdasarkan petunjuk itu, tim segera melakukan penyelidikan mendalam dan pemantauan ketat selama beberapa hari untuk memetakan pola pergerakan serta lokasi yang sering dikunjungi tersangka.

Setelah memastikan kebenaran informasi, tim bergerak melakukan penggerebekan di sebuah kontrakan yang menjadi markas operasi.

“Setelah melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar tempat kejadian, polisi berhasil mengidentifikasi target yang berada di depan kontrakan,” ungkap Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ipda Gandi Rezeki Sinaga, Rabu (17/6/2026).

Baca jugaDirreserse Narkoba PMJ Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Jakarta Barat, Sepasang Kekasih Diamankan

Saat dilakukan penggeledahan menyeluruh, aparat menemukan berbagai jenis narkotika dan peralatan pendukung peredaran. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu plastik klip berisi sabu dengan berat total 102,45 gram, 17 batang sedotan yang berisi serbuk sabu, tembakau sintetis seberat 15 gram, serta 6 botol bibit sintetis.

Selain itu, diamankan pula dua timbangan digital, dua unit telepon genggam, dan sejumlah plastik klip yang diduga digunakan untuk mengemas barang haram tersebut.

Ipda Gandi menjelaskan, jaringan ini mengandalkan sistem “tempel” untuk menghindari pertemuan langsung yang dianggap berisiko terdeteksi. Mereka menandai lokasi penyimpanan narkoba dengan menempelkan stiker bergambar sedot WC pada tiang listrik atau batang pohon di sepanjang jalan sekitar Cipayung. Stiker itu menjadi kode yang hanya dipahami oleh pihak penjual dan pembeli, sehingga transaksi berjalan tanpa kontak fisik.

Baca jugaPolda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Narkoba di Cipinang Besar Selatan, Amankan 2 Kilogram Ganja

“Modus yang digunakan pelaku adalah sistem tempel. Mereka menempelkan stiker sedot WC di tiang atau pohon sebagai tanda bahwa barang sudah tersimpan di tempat tersembunyi di sekitar lokasi tersebut,” terangnya.

Saat ini, tersangka telah diamankan dan diperiksa secara intensif di lingkungan Polda Metro Jaya. Penyidik terus menggali informasi untuk menelusuri jejak pasokan dan mengembangkan jaringan yang diduga lebih luas dari sekadar pengedar tingkat bawah. Kasus ini menjadi bukti bahwa aparat terus mewaspadai perkembangan modus baru yang dipakai sindikat narkoba untuk menyebarkan barang terlarang di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *