Satusuaraexpress.co | Jakarta — Polda Metro Jaya mengumumkan perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Pasalnya, penyidik masih mendalami motif penyiraman air keras yang dilakukan oleh aparat TNI tersebut.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa empat orang tersangka dalam kasus penyiraman air keras telah diamanankan di Mabes TNI. “Saat ini motif dari tindakan mereka masih belum dapat dipastikan karena penyelidikan masih berlangsung, ” kata Budi, Jumat (20/3/2026).
Penyidik Polda Metro Jaya terus melakukan pendalaman terkait keterlibatan para pelaku. Melalui hasil digital forensik yang sedang dilakukan, diperkirakan terdapat lebih dari empat orang yang terlibat dalam kasus ini. “Penyelidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan mengidentifikasi semua pihak yang terlibat, ” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian mengungkap dua terduga eksekutor yang berinisial BHC dan MAK, serta menunjukkan wajah asli mereka ke publik berdasarkan rekaman CCTV. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa rekaman CCTV menunjukkan jelas aksi penyiraman.
Baca juga : Empat Anggota TNI Ditahan sebagai Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
“Ini adalah pelaku eksekutornya yang kami bulati warna merah berputar arah kemudian berpapasan menunggu. Nah, ini yang hijau adalah korban itu pada saat dilempar dengan cairan. Ini yang kuning adalah motor kedua yang ditunggangi oleh terduga juga, jaringan dari pelaku, kelompoknya pelaku,” ujarnya.
Polisi menduga total pelaku yang terlibat dalam aksi ini lebih dari empat orang. Saat ini pihaknya masih terus menganalisis bukti scientific crime investigation untuk mengusut tuntas perkara. Selain itu, Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan TNI menyusul adanya informasi terkait keterlibatan empat personelnya.
Kepolisian menegaskan proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan, termasuk pendalaman terhadap kemungkinan pihak lain yang terlibat. Belum dapat memberikan keterangan rinci, pihak kepolisian akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait sebelum menyampaikan informasi resmi.
“Kepolisian dan TNI memiliki komitmen bersama untuk mengungkap kasus secara transparan dan berdasarkan fakta hukum, dengan seluruh temuan akan dikolaborasikan untuk memastikan kejelasan peristiwa, ” kata Iman.
Baca juga : Polda Metro Jaya Siapkan Fasilitas Gratis dan Pengamanan Lengkap untuk Mudik Lebaran 2026
Perwakilan pengawas kepolisian menekankan agar proses hukum berjalan objektif tanpa menutup kemungkinan keterlibatan pihak mana pun, baik sipil maupun aparat. Pengawas meminta penyidik fokus pada pengungkapan fakta secara menyeluruh, termasuk peran masing-masing pihak mulai dari perencana hingga yang membantu pelaksanaan. Polda Metro Jaya juga memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru kasus kepada publik secara berkala.
Komisioner Kompolnas Choirul Anam atau Cak Anam mengapresiasi penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, langkah menunjukkan foto eksekutor berdasarkan CCTV dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi bentuk keterbukaan terhadap publik.
“Menurut kami ini salah satu langkah yang penting, sebagai salah satu role model akuntabilitas dan transparansi,” ujarnya.













