Terjunkan Puluhan Petugas Dishub Siagakan Saat Perayaan Cap Go Meh 2026 di Jakarta Barat

2025021223184400000020250212082910
Perayaan Cap Go Meh.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Perayaan Cap Go Meh tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Pancoran China Town Point, Jalan Pancoran, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, pada Selasa (3/3/2026) mendapatkan dukungan penuh dari Suku Dinas Perhubungan (Sudin Hub) Jakarta Barat. Sebanyak 80 personel lalu lintas dikerahkan untuk mengatur aliran kendaraan dan menjamin kelancaran perayaan serta aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Kegiatan pengaturan lalu lintas tersebut dilakukan dengan pembagian dua shift kerja, di mana masing-masing shift diperkuat oleh 40 personel. Penempatan petugas difokuskan pada area akses masuk dan keluar Jalan Pancoran, serta beberapa titik strategis sepanjang jalan raya tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Operasi Sudin Perhubungan Jakarta Barat, Agus Prasetiyo, saat dikonfirmasi pada hari yang sama, seperti dilansir Antara. Selain tenaga manusia, pihak Sudin Hub juga menyiapkan empat unit mobil derek sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya hambatan lalu lintas.

“Sehingga kalau ada kendaraan yang parkir sembarang dan memicu kemacetan, segera langsung ditindak dengan derek,” jelas Agus.

Baca juga : Indahnya Berbagi, Satpol PP Pemkot Jakbar Bagikan 805 Bungkus Takjil Kepada Masyarakat

Untuk mencegah terjadinya parkir sembarang, Kasatpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tamansari, Zulkifli, menegaskan larangan keras bagi kendaraan roda empat maupun roda dua untuk parkir di sepanjang sisi selatan Jalan Pancoran selama kegiatan berlangsung. Sebagai alternatif, pihak berwenang telah menyediakan kawasan parkir khusus bagi pengunjung yang ingin berkunjung ke Pasar Glodok, Petak Enam, dan kawasan pertokoan Asemka.

Tak hanya itu, Dishub juga telah merencanakan skema pengalihan arus lalu lintas jika terjadi kepadatan yang signifikan di Jalan Pancoran. Kendaraan yang menuju kawasan Asemka atau Tambora akan diarahkan melalui jalur yang biasanya diperuntukkan bagi moda transportasi umum.

“Kalau situasi normal jalan itu hanya untuk Transjakarta. Pengaturannya nanti situasional melihat kondisi lapangan,” tambah Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *