Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sosok Tri Prasetyo U, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Brigade Nusantara (Brinus) DKI Jakarta, tampak dengan wajah penuh keprihatinan saat menyampaikan pandangannya terkait kondisi perkotaan Ibu Kota. Ruang temu yang sederhana namun penuh kesungguhan menjadi latar bagi pernyataannya yang menusuk mengenai pembangunan dan lingkungan Jakarta yang kini berada di titik krusial.
Sebagai organisasi yang mengusung nilai-nilai nasionalis-agamis dan integral, Brinus melalui Tri Prasetyo U menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk memperkuat kepedulian sosial, menjaga tali persatuan antar masyarakat, serta mendorong terwujudnya pembangunan yang selalu mengedepankan keselamatan dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Kata-katanya terdengar tegas dan lugas, seolah ingin menyadarkan semua pihak akan urgensi masalah yang tengah dihadapi.
Tri menggambarkan Jakarta saat ini seperti sebuah kapal yang sedang melawan badai besar. Banjir yang datang berkala menghanyutkan kawasan kumuh maupun kawasan perkantoran, permukaan tanah yang terus menurun seolah ingin menyedot kota ke dalam kedalaman bumi, kenaikan permukaan laut yang mengancam untuk menghanyutkan wilayah pesisir.
Baca juga : TNI AD Siap Dukung Wacana 4.000 ASN Jadi Komcad, KSAD: Detail Teknis dari Mabes TNI
“Tumpukan sampah yang menjadikan beberapa lokasi terlihat kumuh dan berbau menyengat, serta kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai sektor, menjadi serangkaian tantangan nyata yang tidak bisa lagi dianggap sepele, ” kata Tri, Senin (17/2/2026).
Ia juga mengemukakan kekhawatirannya terkait pembangunan fisik yang masif yang tengah berlangsung. Gedung-gedung bertingkat tinggi dengan fondasi dalam yang menjulur ke bawah tanah, yang seharusnya menjadi simbol kemajuan kota, kini dinilai perlu dikaji secara mendalam dan cermat. Pasalnya, pembangunan semacam itu berpotensi besar untuk mempengaruhi stabilitas tanah yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerapuhan.
“Bukan berarti kita alergi terhadap pembangunan. Namun pembangunan harus memperhatikan dampak topografi, dampak sosial, dan dampak lingkungannya. Jangan sampai keindahan gedung-gedung tinggi justru mengorbankan keselamatan generasi mendatang,” ucapnya.
Secara geografis, struktur tanah Jakarta memang semakin menunjukkan kondisi yang rapuh. Tri mengingatkan bahwa eksploitasi lahan yang tidak terkendali serta penggunaan tiang pancang dalam dalam banyak proyek pembangunan, bisa saja memperparah kerentanan tanah tersebut. Hal ini tentunya akan meningkatkan risiko terjadinya bencana, mulai dari banjir yang semakin parah hingga potensi guncangan akibat ketidakstabilan struktur tanah yang tidak bisa diabaikan.
Tak hanya masalah lingkungan, Brinus juga memberikan perhatian yang besar terhadap pelestarian budaya Betawi serta penyediaan ruang terbuka hijau bagi generasi muda. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa warga asli Jakarta semakin terpinggirkan oleh arus perkotaan yang begitu cepat, dan ruang-ruang publik yang ramah anak serta nyaman untuk dijadikan tempat berkumpul dan bermain, seharusnya menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ke depan.
Tri berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur dapat melakukan evaluasi dan penataan ulang kebijakan pembangunan pasca tahun 2025.
Baca juga : Wajah Baru Meruya Utara: Pramono Resmikan Maroedja Sport Park Sebagai Oase Olahraga Jakarta Barat
Menurutnya, memasuki tahun 2026, arah pembangunan seharusnya lebih banyak menitikberatkan pada perawatan infrastruktur yang sudah ada, pembenahan berbagai masalah yang ada, serta penguatan kualitas sumber daya manusia, bukan hanya terpaku pada pembangunan fisik berskala besar yang terkadang tidak memperhatikan dampak jangka panjang.
“Kita ingin pembangunan manusia lebih diutamakan. Ketika manusia berdaya dan sejahtera, maka kota ini akan ikut tertata dengan baik,” jelasnya.
Sebagai bentuk nyata dari kepeduliannya, DPW Brinus DKI Jakarta bersama dengan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di lima kota dan satu kabupaten di wilayah DKI Jakarta, berencana untuk mengajukan audiensi dengan Gubernur. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat serta melakukan dialog secara konstruktif demi kemajuan dan kesejahteraan kota Jakarta.
Ditegaskan bahwa langkah ini murni dilakukan untuk kepentingan seluruh warga Jakarta agar kota ini tetap dapat menjadi tempat yang layak huni, aman, dan dapat bertahan dengan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.
Dewan Pimpinan Wilayah DKI Jakarta dan seluruh jajaran Brigade Nusantara, Tri Prasetyo U juga menyampaikan ucapan Marhaban Ya Ramadhan kepada seluruh warga Jakarta. Ia mengajak masyarakat untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan, serta berharap bahwa bulan suci Ramadhan ini dapat membawa keberkahan, kekuatan, serta kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat, hingga akhirnya dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan hati yang fitri dan penuh kebahagiaan.













