Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pada tanggal 12 Februari 2026, antara pukul 00.04 hingga 03.18 WIB, terjadi keributan di lingkungan Kantor PB PMII yang berlokasi di Jalan Salemba Tengah, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Peristiwa ini melibatkan kelompok dari PKC Maluku yang diwakili oleh kubu pemenang terpilih pemilihan di Maluku Utara, yaitu Amarudin Lusubun.
Awal mula peristiwa merupakan kelanjutan dari aksi yang dilakukan hari sebelumnya. Kubu yang dipimpin Sdr. Amarudin Lusubun datang kembali ke Kantor PB PMII dengan tujuan untuk bertemu dengan Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyullah Cokro. Mereka ingin menyampaikan keberatan terkait pemilihan Ketua Cabang Maluku yang dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Selasa, 10 Februari 2026 pukul 21.00 WIB, yang menetapkan Sdr. Bayu sebagai Ketua PKC PMII Maluku Masa Khidmat 2025-2027.
Pemilihan daring tersebut dinyatakan bertentangan dengan Keputusan Konkoorcab VIII PMII Provinsi Maluku Nomor: 13 KONKOORCAB.VIII.II.2025 yang telah ditetapkan pada hari Jumat, 28 November 2025 di Ambon. Dalam keputusan tersebut, Sdr. Amarudin Lusubun ditetapkan sebagai Ketua PKC PMII Maluku untuk masa khidmat yang sama.
Selama peristiwa berlangsung, kubu Sdr. Amarudin Lusubun melakukan penyegelan dan membakar kayu di halaman kantor. Selain itu, tercatat kaca jendela bagian depan lantai 2 Kantor PB PMII mengalami kerusakan dan pecah.
Baca juga : Penataan Lahan TPU Kebon Nanas Capai 60 Persen, Target Rampung Pekan Depan
Ketua Umum PB PMII hadir dan bertemu dengan massa yang datang. Kubu Sdr. Amarudin Lusubun menolak hasil pemilihan daring serta meminta agar Surat Keputusan Penetapan Ketua PKC PMII Maluku berdasarkan keputusan tanggal 28 November 2025 segera diterbitkan dalam waktu 1×24 jam.

Menurut Amarudin Lusubun (yang menyatakan dirinya sebagai Ketua Umum PKC Maluku PB PMII), ia telah beberapa kali mencoba menghubungi Ketua Umum PB PMII namun tidak mendapatkan tanggapan. Ia mengajukan pertanyaan mengapa dilakukan pemilihan melalui Zoom padahal sudah ada kesepakatan sebelumnya. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa Ketua yang terpilih dari pemilihan daring, yang sebelumnya merupakan peserta pemilihan, kemudian memilih dirinya sendiri sebagai Ketua Maluku Utara sebelum akhirnya tidak dapat ditemukan.
“Saya sudah bilang dengan ketum ingin bertemu dan kalau tidak bisa saya akan bikin keributan di Kantor Pusat, namun tidak direspon sehingga terjadilah peristiwa ini,” ujarnya.
Sebagai tanggapan, salah satu pengurus PB PMII Pusat menyampaikan bahwa ia akan berusaha membantu mengatur pertemuan dengan BPH dan rekan-rekan dari Maluku untuk melakukan komunikasi. Namun, ia juga meminta agar lingkungan Kantor Sekretariat Pusat PMII dijaga dengan baik, mengingat ada rekan-rekan yang tinggal dan beristirahat di lokasi tersebut.
“Nanti saya akan menyampaikan hal ini ke Ketua Umum,” katanya.
Selain itu, Kompol Widodo, Kapolsek Senen, juga menyampaikan harapan agar masalah internal ini segera dicari solusi dan diselesaikan dengan baik, agar tidak mengganggu ketertiban serta lingkungan masyarakat sekitar.













