Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ledakan di SMA 72 Jakarta Utara, Investigasi Mendalam dan Penanganan Korban Terus Dilakukan

JKT Rilis Bom SMAN 72 Jakarta Salman Toyibi 01JPG 1063860486 scaled
Polda Metro Jaya merilis kasus ledakan di SMAN 72, Jakarta Utara.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Polda Metro Jaya terus mendalami peristiwa ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11) lalu, sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat pelaksanaan ibadah salat Jumat, menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri mengatakan saat peristiwa itu terjadi Densus 88, Kapolres Jakarta Utara, beserta jajaran terkait segera turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam dan penanganan terhadap para korban. Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku yang terlibat dalam ledakan tersebut adalah seorang siswa aktif SMA yang bertindak seorang diri dan tidak terkait dengan jaringan tertentu.

“Siswa tersebut, yang disebut sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH), kini menjadi fokus utama dalam penyelidikan, ” kata Asep saat jumpa pers, Selasa (11/11/2025).

Polda Metro Jaya bersama Densus 88 telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani situasi ini, seperti pengamanan dan Sterilisasi Lokasi oleh Tim gabungan Gegana mengamankan dan mensterilisasi lokasi kejadian, termasuk pengamanan terhadap tiga bom perakit aktif yang ditemukan di dua titik TKP.

Baca juga : Gelombang Aspirasi Menggema: Aksi Damai Pekerja FSPMI Tuntut Keadilan di Apartemen Puri Parkview

Kemudian melakukan pemeriksaan bahan peledak yang digunakan dilakukan bersama tim dari Mabes Polri untuk memastikan jenis dan daya ledaknya. Lalu Polres Metro Jakarta Utara yang melakukan penggeledahan di rumah ABH untuk mengumpulkan bukti tambahan.

“Berdasarkan keterangan yang dihimpun, ABH dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul, dan memiliki ketertarikan pada konten kekerasan serta hal-hal yang mencurigakan. Densus 88 juga menganalisis rekaman CCTV, ponsel, dan aktivitas digital ABH untuk mendalami motif dan latar belakangnya, ” ujarnya.

Pasca ledakan Polda Metro Jaya bersama tim medis telah memberikan penanganan medis yang cepat dan tepat bagi para korban. Selain itu, pendampingan psikologis juga diberikan secara berkelanjutan kepada siswa, guru, dan keluarga korban. Layanan posko pelayanan korban pasca ledakan juga didirikan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih untuk memberikan pendampingan dan bantuan.

“Total korban tercatat sebanyak 96 orang, dengan rincian 67 orang luka ringan, 26 orang luka sedang, dan tiga orang luka berat. Sebanyak 68 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 28 orang lainnya masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dan Rumah Sakit Yasin, ” terangnya.

Baca juga : Pertemuan Gegerkan SMAN 72 Jakarta, Salat Jumat Terhenti, 8 Siswa Luka-Luka

Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Kombes Pol Roberto Pasaribu menyebut Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melalui tim Research & Cyber memaparkan hasil analisis digital forensik terhadap barang bukti dua unit DVR yang diserahkan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Utara. DVR tersebut berisi rekaman CCTV dari SMA 72 Jakarta Utara, lokasi terjadinya insiden pada Jumat, 7 November.

“DVR pertama bermerek Hilux, berisi harddisk Seagate 2TB dengan 16 channel CCTV. DVR kedua bermerek High Vision, dengan harddisk Seagate 4TB yang merekam 32 channel kamera, ” kata Roberto.

Roberto memaparkan proses kalibrasi waktu dilakukan untuk memastikan akurasi data. DVR Hilux menggunakan sistem waktu UTC+08, namun real time perangkat menunjukkan UTC+07, selisih satu jam. DVR High Vision tercatat menggunakan UTC+07, dengan selisih kurang dari 5 menit dari real time.

Dalam rekaman CCTV terlihat ABH memasuki gerbang SMA 72 Jakarta Utara mengenakan seragam sekolah, membawa tas punggung merah dan tas biru, serta sepatu hitam. Pukul 07.28 (Waktu CCTV). Kemudian, Pukul 06.28 (Real Time) ABH terekam di ruang seni menuju koridor ruang kepala sekolah.

“ABH terlihat menuju tempat ibadah pada pukul Pukul 11.43 (Real Time). ABH dengan seragam sekolah dan tas merah, terlihat memantau situasi. Pukul 11.57 (Waktu CCTV) ABH melepas seragam, terlihat memakai celana hitam dan kaus putih, menggendong senjata mainan dengan tangan mengarah ke masjid. Lalu pada Pukul 12.05.51 (Aktual) terlihat cahaya merah keluar dari dalam masjid disertai ledakan dan asap putih, ” paparnya.

Baca juga : Dugaan Keracunan Massal, SDN Meruya 01 Hentikan Sementara Pasokan Makan Bergizi Gratis

Kabid Balistik Metalurgi Forensik Mabes Polri, Kombes Ari Kurniawan Jati menambahkan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) telah melakukan serangkaian pemeriksaan intensif terkait kasus peledakan yang terjadi di dua lokasi berbeda, serta di rumah seorang anak yang berkonflik dengan hukum. Pemeriksaan ini dilakukan setelah lokasi kejadian perkara (TKP) dinyatakan steril oleh pihak kepolisian.

Menurut keterangan resmi dari Puslabfor, tim melakukan olah TKP di dua lokasi utama, yaitu TKP 1 (masjid) dan TKP 2 (dekat bank sampah), serta di rumah anak yang berkonflik dengan hukum. Dari hasil pemeriksaan di TKP 1, ditemukan residu bahan peledak dengan kategori low explosive atau berdaya ledak rendah.

“Di TKP 1, kami menemukan residu bahan peledak dengan kekuatan rendah,” ujar Kurniawan.

Selanjutnya, tim juga menganalisis bahan-bahan yang ditemukan dari bom yang tidak meledak di TKP 2. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa bahan tersebut juga merupakan jenis peledak dengan daya ledak rendah (low explosive).

Tidak hanya itu, pemeriksaan di rumah anak yang berkonflik dengan hukum juga membuahkan hasil signifikan. Di sana, tim Puslabfor menemukan bahan-bahan peledak yang memiliki karakteristik serupa, yaitu low explosive.

“Dengan kata lain, bahan yang ada di TKP 1, di dalam masjid, ataupun di TKP 2, di samping bank sampah, itu ada kesesuaian dengan bahan-bahan yang ada di rumah anak yang berkonflik dengan hukum,” jelasnya.

Temuan ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara bahan-bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian dengan yang berada di rumah anak tersebut. Hasil pemeriksaan yang telah final dari laboratorium akan dirangkum dan disimpulkan untuk kemudian diserahkan kepada penyidik guna proses hukum lebih lanjut.

“Kami menegaskan bahwa hasil pemeriksaan ini merupakan bagian penting dari proses investigasi untuk mengungkap fakta-fakta terkait kasus peledakan ini secara komprehensif, ” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *