Satusuaraexpress.co | Jakarta — Otoritas Taiwan melaporkan satu batch mie instan merek Indomie rasa “Soto Banjar Limau Kuit” mengandung residu pestisida etilen oksida. Kadar zat Kimia tersebut teridentifikasi melewati batas standar aman menurut otoritas setempat.
Oleh sebab itu, Centre for Food Safety (CFS) Taiwan sementara menarik seluruh produk dari pasaran dan mengimbau masyarakat untuk tidak membelinya. Begitupun di Hongkong yang akan mengecek apakah produk yang dimaksud sudah diimpor ke negaranya.
Terkait hal tersebut, BPOM RI mengaku sudah mendapat laporan terkait penarikan produk. Pihaknya masih mendalami kemungkinan cemaran etilen oksida pada Indomie soto banjar limau kuit yang diimpor ke Taiwan.
Baca juga : Jambore Pramuka Muslim Dunia Pertama di Indonesia Diikuti 15 Ribu Peserta dari 16 Negara
Temuan etilen oksida (ethylene oxide) dalam salah satu varian mi instan asal Indonesia yang dijual di Taiwan menggegerkan dunia maya.
Pasalnya, senyawa berbahaya ini memiliki sifat karsinogenik atau bisa meningkatkan risiko kanker.
Apa itu etilen oksida?
Etilen oksida (C2H4O) adalah zat kimia yang berbentuk gas tidak berwarna, mudah terbakar, dan berbau agak manis.
Salah satu penggunaan gas ini adalah dalam produksi etilen glikol, senyawa alkoholik yang sempat ditemukan pada sejumlah produk obat sirop beberapa bulan lalu.
Dalam jumlah lebih kecil, gas ini dapat digunakan sebagai pestisida. Etilen oksida juga berfungsi untuk mensterilkan peralatan bedah dan produk medis lainnya.
Secara umum, orang yang bekerja di industri kimia, farmasi, dan tekstil berisiko tinggi terpapar ethylene oxide yang digunakan sebagai bahan baku produksi.
Baca juga : KCIC Klaim 43% Penumpang Internasional Whoosh Berasal dari Malaysia
Pada masyarakat umum, paparan gas ini mungkin terjadi saat seseorang mengonsumsi produk makanan atau minuman tertentu, seperti rempah-rempah, teh, dan kopi.
Etilen oksida pada makanan mungkin berasal dari residu pestisida dalam bahan baku. Gas ini juga berfungsi sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.
Selain itu, Anda juga bisa terpapar ethylene oxide saat mengisap atau menghirup asap rokok.













