Satusuaraexpress.co | Jakarta — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) menggelar aksi ‘Selamatkan Indonesia’ siang ini di depan gedung DPR RI, Jakarta.
Koordinator Pusat BEM-SI, Muzammil Ihsan membenarkan hari ini akan digelar aksi ‘Selamatkan Indonesia’. Aksi ini digelar mulai pukul 13.00 WIB.
“Benar (akan dilaksanakan aksi damai di depan gedung DPR RI). Iya (dimulai pukul 13.00 WIB),” ujar Muzammil, Kamis (4/9/2025).
Baca juga : 22 Dari 337 Orang Pelaku Anarkis di Jakarta Positif Narkoba
Seperti dilihat dari unggahan di media sosial (medsos) Aliansi BEM-SI, aksi damai BEM-SI ini turut mengundang seluruh elemen masyarakat. Dalam aksi ini, BEM SI menyuarakan ‘Selamatkan Indonesia’
Pihak BEM-SI dalam aksi damai kali ini menyoroti tindakan korupsi, hukum yang dinilai dipolitisasi, sejarah yang dianggap dipelintir, hingga kebijakan negara yang dirasa abai pada rakyat.
Muzammil dalam Instagram pribadinya mengatakan bahwa aksi ini dipicu oleh kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas saat demonstrasi 28 Agustus 2025 karena dilindas kendaraan taktis Brigade Mobil.
Baca juga : Menteri Karding Resmikan KUR Bunga Rendah untuk Calon Pekerja Migran, Plafon Rp100 Juta Tanpa Agunan
Muzammil menyebut, tragedi itu harus menjadi momentum agar aparat keamanan dan lembaga negara untuk melakukan reformasi besar-besaran.
Ia menuntut sejumlah hal, pertama yaitu mengesahkan rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, menghentikan pembebanan pajak pada rakyat kecil, mengevaluasi anggaran DPR, mengaudit Badan Usaha Milik Negara, revolusi Kabinet Merah Putih hingga membebaskan demonstrans yang ditahan.
Baca juga : Tanamkan Kesadaran Finansial, Jasaraharja Putera Hadir di PKKMB Politeknik Negeri Padang
Tuntutan itu juga telah disampaikan langsung oleh Muzammil Ihsan kepada tiga Wakil Ketua DPR dalam audiensi di Kompleks Parlemen, pada Rabu, 3 September 2025. Dialog ini dihelat setelah gelombang demonstrasi sejak 25 Agustus 2025 berakhir dengan kerusuhan dan menyebabkan kematian setidaknya 10 masyarakat sipil.
Sebanyak 205 personel kepolisian pun disiagakan untuk mengawal aksi unjuk rasa tersebut. “205 personel di DPR,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro saat dikonfirmasi.













