Satusuaraexpress.co | Jakarta – Aksi unjuk rasa pada Selasa (26/8/2025) berlangsung ricuh. Terjadi aksi saling dorong dan serang antara massa dan aparat kepolisian. Dimana, aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata di balas dengan bom molotov dan kembang api.
Kericuhan sempat mereda saat hujan deras mengguyur. Namun, situasi kembali memanas saat hujan berhenti. Aparat kepolisian pun harus berjibaku membubarkan massa karena waktu unjuk rasa sudah habis.
Video terkait :
Seperti biasa, wilayah Slipi menjadi titik paling rawan terjadinya bentrok antara massa dan aparat. Terlihat dari unggahan media sosial dengan akun @jktnewss. Pukul 22.05 WIB, aparat kepolisian mulai menangkap para pendemo yang belum membubarkan diri di dekat Halte Transjakarta, Slipi, Jakarta Barat.
Bahkan salah satu wartawan media online yang saat itu mengabadikan momen itu dihampiri oleh polisi. Dari rekaman video tersebut, polisi menegur wartawan berinisial WH.
Baca juga : Aksi Demo di Depan DPR RI Memanas, 15 Orang Ditangkap Empat Di Antaranya Pelajar SMA
“Kamu darimana? Agak jauh dulu, nanti di apa apain, ” kata polisi tersebut.
Dari ucapan tersebut, nampaknya aparat tengah melakukan pembubaran dengan menangkap pendemo. Bersamaan dengan itu, dua polisi juga nampak menghampiri warga kedapatan sedang memegang Handphone.
Seperti diketahui, massa dari mahasiswa dan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI. Mereka menolak kenaikan tunjangan perumahan anggota DPR RI yang mencapai Rp 50 juta per bulan.













