Jakarta, Satusuaraexpress.co — Dunia audio post-production Indonesia bersiap menghadapi lompatan besar. Kantana Bespoke, hasil kolaborasi strategis antara Bespoke Post dan Kantana Group Thailand, resmi memperluas operasinya ke Jakarta. Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam membawa standar global ke industri film dan konten digital tanah air.
Dalam wawancara eksklusif, sejumlah petinggi dari kedua belah pihak membagikan visi mereka tentang transformasi industri ini, sekaligus mengungkap strategi di balik kemitraan lintas negara tersebut.
Mengapa Kantana? Jawaban dari Bespoke
Betty Cho, salah satu eksekutif Bespoke Post, mengungkap alasan utama pihaknya menggandeng Kantana sebagai mitra joint venture. Menurutnya, rekam jejak panjang Kantana di Asia menjadi faktor kunci.
“Kantana memiliki reputasi internasional yang kuat serta pengalaman puluhan tahun di Asia. Kami percaya kemitraan ini dapat mempercepat transformasi industri audio post-production Indonesia menuju standar global. Kami ingin menjadi pilihan utama bagi para produser lokal maupun regional untuk mendapatkan layanan audio post-production premium tanpa harus meninggalkan Indonesia,” ujar Betty Cho.
Tantangan dan Strategi di Balik Kemitraan
Namun, membangun kolaborasi lintas negara tentu tidak tanpa tantangan. Betty menyebut penyatuan budaya kerja sebagai salah satu isu utama.
“Tantangan terbesar adalah menyatukan budaya kerja dan memastikan komunikasi yang efektif antar tim. Kami mengatasi hal ini dengan membangun struktur manajemen yang jelas serta menciptakan komunikasi yang aktif dan terbuka antara tim Kantana dan Bespoke,” ungkapnya.
Dari sisi strategi harga, Kantana Bespoke mengusung pendekatan lokal yang kompetitif namun tetap menjaga kualitas.
“Kami menyadari pentingnya aksesibilitas bagi produser lokal. Oleh karena itu, harga kami dirancang kompetitif dan transparan, namun tetap mempertahankan standar kualitas berkelas dunia,” tambah Betty.
Pandangan Kantana: Jakarta, Pusat Pertumbuhan Industri Film
Traithep Wongpaiboon, perwakilan dari Kantana Group, menjelaskan bahwa pemilihan Jakarta sebagai lokasi ekspansi bukan tanpa alasan.
“Indonesia memiliki potensi besar karena industri filmnya yang berkembang pesat. Jakarta adalah pusat ekonomi dan kreatif, serta menjadi episentrum dari pertumbuhan konten digital Asia Tenggara. Kami melihat permintaan tinggi terhadap layanan audio premium yang sejauh ini belum sepenuhnya terpenuhi,” terang Traithep.

Soal kualitas, Kantana menegaskan bahwa mereka berkomitmen menerapkan standar global yang seragam.
“Kami memastikan pelatihan, SOP, dan workflow di Jakarta sama persis dengan yang kami terapkan di kantor pusat Bangkok. Jadi, klien tidak perlu meragukan konsistensi layanan kami di mana pun berada,” jelas Traithep.
Lebih dari Sekadar Studio: Membangun Ekosistem Kreatif
Tak hanya membawa teknologi dan layanan, Kantana Bespoke juga hadir dengan misi pengembangan SDM lokal. Program pelatihan, mentoring, dan workshop akan menjadi bagian integral dari operasional mereka.
“Kami tidak hanya membangun fasilitas, tapi juga ingin membangun fondasi industri. Melalui pelatihan rutin dan kolaborasi dengan komunitas kreatif lokal, kami ingin turut serta menciptakan ekosistem talenta audio post-production yang mumpuni di Indonesia,” kata Traithep.
Manajemen Risiko dan Efisiensi Operasional
Richard Hocks dari Bespoke Post menyoroti pentingnya kemitraan lokal dalam mengelola risiko bisnis di negara baru.
“Kami bekerja sama dengan mitra lokal tepercaya yang memahami regulasi serta lanskap bisnis Indonesia. Hal ini sangat penting untuk meminimalisasi risiko dan menjaga stabilitas operasional,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa efisiensi komunikasi antar kantor menjadi kunci utama dalam mengelola usaha lintas negara.
“Kami mengadopsi sistem komunikasi yang sangat efisien untuk memastikan semua proses berjalan lancar. Fleksibilitas juga kami tekankan dalam semua lini operasi kami,” tambahnya.
Ukuran Sukses dan Strategi Pertumbuhan
Apa tolok ukur keberhasilan Kantana Bespoke di Jakarta?
“Sederhana: kepuasan klien. Kami ingin melihat proyek-proyek berulang, rekomendasi dari mulut ke mulut, dan tentu saja peningkatan volume proyek regional sebagai indikator bahwa kami berada di jalur yang tepat,” kata Richard.
Sementara itu, Pimlapat Chaiviriyachok (Ying), yang turut menjadi tokoh penting di balik strategi ekspansi, menjelaskan pendekatan pasar yang akan diambil.
“Kami berinvestasi besar dalam membangun hubungan dengan rumah produksi lokal dan regional, serta aktif mengikuti berbagai ajang industri. Koneksi adalah segalanya dalam industri ini,” tegasnya.
Rencana Jangka Panjang dan Harapan untuk Produser Lokal
Meskipun fokus awal adalah audio post-production, Kantana Bespoke terbuka untuk ekspansi ke layanan lain seperti color grading dan VFX.
“Saat ini kami sepenuhnya fokus pada audio post. Tapi seiring waktu, kami terbuka untuk memperluas layanan kami sesuai kebutuhan pasar. Tujuan utama kami dalam dua tahun pertama adalah menjadi studio audio post-production premium terdepan di kawasan ini,” ujar Ying.
Pesan terakhir yang ingin disampaikan kepada para pelaku industri film Indonesia?
“Kami membawa standar global ke depan pintu Anda. Sekarang Anda tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan layanan audio post kelas dunia. Kantana Bespoke adalah rumah baru Anda untuk kualitas internasional yang bisa diakses langsung dari Jakarta,” pungkasnya.
Dengan lahirnya Kantana Bespoke, para pelaku industri kreatif Indonesia kini memiliki mitra strategis yang siap mengangkat kualitas produksi mereka ke level global.













