Waspada, Kemenkes Deteksi Tujuh Kasus Covid-19 di Indonesia

vaksin covid 19 210620144210 334

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Kementerian Kesehatan telah mendeteksi 7 kasus Covid-19 di Indonesia seiring meningkatnya kasus positif di Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Thailand.

“Jumlah kasus terlapor M22 (25-31 Mei) adalah sebanyak 7 kasus,” laporan data Kemenkes yang diberikan oleh Jubir Kemenkes Widyawati kepada wartawan, Selasa (4/6/2025).

Diketahui pada 25-31 Mei, positivity rate sebesar 2,054. Artinya dari 100 orang yang diperiksa, terdapat 2 orang yang hasilnya positif Covid-19. Sementara sepanjang tahun 2025, Kemenkes sudah memeriksa 2.160 spesimen, 72 diantaranya positif.

Baca juga : KemenP2MI Cabut Sanksi, Tiga P3MI Kembali Bisa Tempatkan Pekerja Migran Indonesia

Positivity rate tertinggi terjadi pada minggu epidemiologi ke-19 yakni sebesar 3,624 di provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Timur.

Kemenkes sebelumnya juga sudah mengeluarkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan terhadap peningkatan Kasus Covid-19 pada 23 Mei 2025, melihat adanya peningkatan kasus positif yang signifikan di beberapa negara di Asia, seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura.

Varian Covid-19 yang tersebar di beberapa negara tersebut adalah XEC dan JN.1 di Thailand, LF.7 dan NB.1.8 di Singapura, JN.1 di Hong Kong, dan XEC di Malaysia.

Hingga Selasa sore, katanya, Kemenkes belum memperoleh data aktual fluktuasi kasus yang mungkin terjadi di sejumlah daerah.

Baca juga : Tujuh Bulan Masa Pemerintahan, Sudah Waktunya Presiden Prabowo Merefhuffle Pembantunya

Ia menambahkan, masyarakat tetap perlu menerapkan disiplin protokol kesehatan seperti yang telah dijalani selama pandemi COVID-19, terutama mencuci tangan, menjaga kebersihan, dan menggunakan masker di tempat umum yang padat.

Kami memahami kekhawatiran masyarakat karena mengingatkan pada situasi 2020-2023,” katanya.

Kemenkes juga mengimbau agar kelompok lanjut usia (lansia) dan penderita komorbid tetap menjadi perhatian utama.

“Waspada tetap perlu, khususnya bagi mereka yang memiliki risiko tinggi. Mari jaga bersama dengan langkah-langkah pencegahan sederhana namun efektif,” katanya menambahkan.

Baca juga : Masuki Minggu Ke-20, Kemenkes RI Mendadak Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Covid-19

Peningkatan kasus COVID-19 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Thailand, Singapura, Hong Kong, dan Malaysia, melaporkan lonjakan kasus baru sejak akhir Mei 2025.

Situasi ini mendorong Kemenkes RI menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan menyusul tren kenaikan lebih lanjut, khususnya di Thailand, yang kini mencatat ribuan kasus dan kematian dalam waktu singkat.

“Sudah ada sekolah di Samut Prakan, Thailand, yang kembali menerapkan pembelajaran daring karena peningkatan kasus. Ini menjadi alarm bahwa COVID-19 belum sepenuhnya hilang,” ujarnya.

Baca juga : Hampir Ambruk, Anggota Komisi E DPRD Minta Disdik Cek Sekolah Dasar Negeri 01 di Pulau Harapan

Tak hanya di Asia, negara-negara lain juga mengalami tren serupa. Dalam kunjungannya ke Brisbane, Australia, Prof. Tjandra mengamati peningkatan kasus di sana, termasuk kemunculan varian NB.1.8.1 di tengah musim dingin.

“Suhu sudah di bawah 15 derajat Celsius, dan kasus kembali naik,” katanya.

Menghadapi situasi ini, Prof. Tjandra menyampaikan lima langkah penting yang harus menjadi perhatian semua pihak, yakni meningkatkan pemantauan jumlah kasus, tingkat keparahan, kematian, dan varian COVID-19 yang beredar di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *