1.500 Orang Duduki Istana Kepresidenan, Tuntut Impor Ilegal

IMG 20250601 WA0000
Ribuan orang berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda Monas, Jl. Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2025). Aksi unjuk rasa ini diikuti oleh 1.500 orang.

Mereka menuntut agar pemerintah lebih serius dalam menangani impor ilegal yang menjadi sebab banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).

Presiden KSPN, Ristadi, mengatakan, aksi ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan diawali dengan long march dari sekitar wilayah Gambir menuju area Patung Kuda dan berakhir di depan Istana Kepresidenan.

Baca juga : Grebek Pesta Seks Sesama Jenis di Hotel Bintang Empat, Sembilan Pria Diamankan

“Atas situasi ini, kami akhirnya memutuskan bahwa tanggal 1 Juni tepatnya hari ini, di depan Istana Negara, puluhan ribu anggota KSPN melakukan aksi unjuk rasa dengan agenda menuntut pemberantasan praktik-praktik impor ilegal,” kata Ristadi, Minggu (1/6/2025).

Selain itu, serikat buruh KSPN juga meminta agar pemerintah dapat lebih tegas dalam menghukum para pelaku yang terlibat dalam impor ilegal. Mereka beralasan, selama ini, pemerintah hanya mengungkap jenis dan berapa banyak barang yang diimpor, tanpa membeberkan siapa importir yang terlibat dalam upaya penindakan terhadap praktik impor ilegal.

Baca juga : DLH DKI Jakarta Imbau Pelaksanaan Kurban Terapkan Eco Qurban

“Kemudian, wujudkan aturan atau undang-undang atau apapun itu, bagaimana supaya bisa melindungi bisnis dalam negeri dan juga melindungi pekerja, khususnya secara sekaligus,” imbuh Ristadi.

Menurut Ristadi, aturan terkait importasi pada dasarnya sudah cukup ketat, tetapi tak sedikit importir nakal yang mencoba mengakali aturan dengan berkolaborasi dengan oknum aparat Penegak hukum serta pemerintah. Hal ini lah yang kemudian membuat praktik impor ilegal cukup sulit untuk dibasmi.

“Oleh karena itu, pengawasan dan penegakan hukum juga saya kira perlu dilakukan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *