Satusuaraexpress.co | Jakarta – Gerakan mahasiswa bersama Rakyat di Universitas Prof. Dr. Moestopo menggelar konsolidasi dan teknis lapangan di di Universitas Prof. Dr. Moestopo, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Haikal Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Prof. Dr. Moestopo mengatakan kegiatan Konsolidasi dan Teknis Lapangan daru Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat diikuti kurang lebih 42 Orang. Topik yang dibahas adalah penolakan gelar Pahlawan Soeharto.
“Aliansi yang tergabung ada BEM Universitas Muhamdiya Jakarta (UMJ), PB IMSU, KPR Unindra, KBMU Mendobrak, KM Moestopo, UPNUJ Bergerak, BEM UPNUJ, BEM YARSI, BEM ESA UNGGUL, BEM TRILOGI, BEM FISIP UIC, RESISTANCE, BEM FPPS UNINDRA dan FAM UMPAM, ” kata Haikal, Selasa (27/5/2025).
Baca juga : Hari Terakhir Operasi Berantas Jaya 2025, 34 Preman Diamankan
Dikatakan Haikal, tujuan dilaksanakannya konsolidasi yang pertama Menolak Gelar Pahlawan Soeharto dan mempersiapkan Roadshow Gemarak dalam rangka perlawanan terhadap rezim dan melawan lupa akan amanat reformasi.
“Poin pembahasannya yakni menolak Gelar Pahlawan Soeharto, Surat terbuka di up di Media Gemarak, Roadsnow Mimbar Bebas di setiap kampus-kampus dan Mengirimkan surat terbuka kepada Kemensos dan MPR, ” ujarnya.
Baca juga : Polsek Pesanggrahan Ungkap Sindikat Curanmor, 21 Unit Sepeda Motor Diamankan
Sementara, lanjut Haikal, terkait teknis lapangan berupa tuntutan yang akan disampaikan pada Rabu (28/5/2025) di MPR dan Kemensos RI. Aksi tersebut akan diikuti oleh 70 orang dari berbagai kampus.
“Aksi bertujuan untuk menyampaikan pernyataan sikap mereka berupa surat terbuka terhadap MPR RI Dan Kementrian Sosial RI. Dengan poin pentingnya. Menolak keras Gelar Soeharto sebagai Pahlawan. #menolakLupa, ” tutupnya.













