Satusuaraexpress.co | Jakarta – Fikri dan Adit menjadis korban pengeroyokan dan pengancaman oleh CEO PT BLI dalam hal ini PT. Bangkit Lakuliner Indonesia (Seindonesia) di Humble Houses, Jakarta Selatan. Korban di keroyok di dalam ruang karaoke pada Senin (3/3) lalu.
Adit yang merupakan Direktur PT Ragam Pangan Mandani mengatakan pihaknya telah melaporkan pengeroyokan dan pengancaman tersebut ke Polda Metro Jaya berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/1532/III/2025/SPKT/Polda Metro Jaya, atas terlapor Chistian Dkk, Rinaldi Dharma Utama Dkk.
“Jujur selama menjalani dunia bisnis, baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini. Dan sampai saat ini, kejadian itu masih teringat jelas, ” kata Adit saat ditemui di wilayah Kebayoran Lama, pada Rabu (30/4).
Baca juga : Ilmuwan Universitas California Klaim Temukan Warna Baru Bernama “Olo”
Adit mengatakan kejadian itu terjadi saat bulan Ramadhan. Dimana, dalam kondisi sedang menjalankan ibadah puasa ia bersama rekannya disiksa oleh pelaku. Bahkan, ia dipaksa meminum miras.
“Itu kejadian hari ketiga bulan puasa. Posisi saya masih puasa. Saya dipaksa minum Wiski, dan dipukulin. Dalam hati saya bilang, hari ini bakal mati disini, ” kata Adit.
Dikatakan Adit, peristiwa pengeroyokan dan pengancaman bermula saat dirinya menagih hutang kepada pelaku. Seperti diketahui, PT. Ragam Pangan Madani (PT. RPM) dengan PT. Bangkit Lakuliner Indonesia (Seindonesia) telah menyepakati kerjasama supply pada 22 april 2024.
Baca juga : 400 Plat Besi Kolong Tol Dalam Kota Plumpang Pluit Dilaporkan Hilang Dicuri
“PT kami mensupply kebutuhan ke PT. BLI dengan pengiriman kesemua outlet yang dimiliki PT BLI, dimana pada saat awal kerjasama ada 23 outlet se Jabodetabek, hingga sampai dimana PT RPM men-support pertumbuhan PT BLI menjadi 88 outlet se-Jawa hingga pulau Bali, ” terangnya.
Seiring berjalannya waktu, pada Februari 2025 pihak PT BLI mengkonfirmasi pembayaran ditunda hingga 15 Februari 2025. Namun, setelah jatuh tempo tidak ada pembayaran masuk.
“Lalu pada 2 Maret 2025 CEO PT BLI Rinaldi Dharma Utama membuat janji temu dengan kami untuk mengadakan pertemuan pada 3 Maret 2025 dengan topik diskusi proses pencairan AR sebesar 7.5 Miliar bertempat di Humble Houses Jakarta Selatan pukul 10.00 WIB, ” jelasnya.
Baca juga : Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Peringatan Hari Buruh
Fikri dan Adit yang tiba di lokasi sempat bertemu dengan Pohan, rekan kerjanya. Kepada Pohan, Adit menanyakan tentang obrolan apa yang terjadi didalam ruangan hingga akhirnya Adit dan Fikri masuk ke dalam tempat Karaoke.
“Sesampainya didalam ruangan Hp saya dan Fikri ditahan dan disuruh duduk. Belum lama duduk di kursi meja yang berada tepat didepan saya dan Fikri dihempaskan. Selama kurang lebih 4 jam saya dan Fikri mengalami pemukulan hingga pengancaman, ” ungkapnya.
Akibat kejadian ini, Adit mengaku trauma terlebih pelaku mengancam akan membunuh keluarganya. Tidak hanya itu, usahanya juga mengalami kebangkrutan. Adit berharap, polisi serius menangani kasus yang menimpa dirinya. Sebab, hingga saat ini ketiga pelaku tak kunjung dilakukan penangkapan padahal bukti sudah lengkap.
“Visum sudah keluar, CCTV dan saksi sudah lengkap. Tapi penangkapan tidak kunjung dilakukan karena alasan prosedur,” tutupnya.













