Perkuat Pertahanan TNI di Dunia Digital, TNI Bentuk Satuan Siber yang Anggotanya Dari Masyarakat Sipil

ternyata segini harta kekayaan panglima tni jenderal agus subiyanto Q2xZ8OYIOP 2076498834
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.

Satusuaraexpress.co | JAKARTA – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, mengatakan bahwa Satuan Siber milik TNI sudah mulai beroperasi. Unit khusus ini dibentuk untuk memperkuat pertahanan TNI di dunia digital. Anggotanya direkrut dari masyarakat sipil yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi, termasuk para peretas atau hacker.

“Saya sudah membentuk Satuan Siber di mana saya rekrut dari hacker-hacker dan masyarakat yang memiliki kemampuan siber” ungkap Agus dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan.

Dalam forum yang sama, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa jumlah personel Satuan Siber tidak terlalu banyak. Menurutnya, unit ini lebih menekankan pada keahlian dibandingkan jumlah anggota.

Baca juga : Korban Meninggal Capai 100 Orang, Dedi Mulyadi Temui Kapolres Bogor Bahas Jalur “Neraka” Parung Panjang

“Teknologinya yang penting. Orang yang diperlukan sedikit,” kata Sjafrie.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Satuan Siber berbeda dengan matra TNI seperti Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

Mekanisme perekrutannya pun berbeda dan tidak mengikuti prosedur seperti calon prajurit TNI pada umumnya.

Baca juga : Cegah 7 CMPI Non Prosedural ke Oman-Qatar, Menteri Karding Bakal Masifkan Edukasi Kerja di Luar Negeri Secara Prosedural

“Ini bukan matra siber. Kalau matra siber nanti ada kepala staf seperti angkatan darat ada Kepala Staf Angkatan Darat. Enggak ada Kepala Staf Angkatan Siber” jelas Sjafrie.

Pembentukan Satuan Siber ini menjadi perhatian setelah Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI mengalami peretasan pada pertengahan tahun lalu, tepatnya 24 Juni 2024. Saat itu, akun X (Twitter) bernama FalconFeeds.

Baca juga : Hentikan Pembangunan IKN, Anggaran Dialokasikan ke Makan Bergizi Gratis

io membagikan tangkapan layar yang menunjukkan adanya penjualan data milik BAIS TNI. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa kebocoran data dilakukan oleh peretas dengan nama MoonzHaxor melalui situs BreachForums. FalconFeeds.

io juga mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan bahwa MoonzHaxor telah membagikan sampel data BAIS TNI dan menawarkan penjualan data lengkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *