Satusuaraexpress.co | RIAU – Ada-ada saja permintaan masyarakat. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang seharusnya bertugas untuk mendinginkan api, namun bertugas untuk menangkap “setan”.
Kejadian itu terjadi di Pekanbaru. Dimana seorang ibu-ibu menghubungi petugas Damkar untuk datang ke rumah kontraknya. Uniknya, petugas tersebut diminta untuk mengusir setan. Hal nyeleneh lainnya juga sempat terjadi, dimana warga meminta Damkar untuk menangkap maling.
Kepala Seksi (Kasi) Rescue Damkar Pekanbaru, Hendro Putra Gautama, mengungkapkan bahwa hampir setiap hari ada laporan yang masuk ke kantor Damkar Pekanbaru, baik melalui telepon maupun kunjungan langsung ke kantor mereka di Jalan Cempaka, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.
Baca juga : Buntut Kasus Dugaan Pemerasan, Dua Eks Kasat Reskrim Polrestro Jaksel di Patsus
Laporan yang diterima bervariasi, mulai dari keluhan ular, sarang lebah, dan tawon, hingga membantu kucing yang terjebak di sumur. Namun dari sekian banyak laporan yang masuk, Hendro menyebut laporan “menangkap setan” adalah laporan yang tidak biasa.
Hendro pun menjelaskan bahwa peristiwa terjadi tahun lalu sekitar pukul 21.30 WIB. Seorang ibu dari Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, menghubungi petugas dan melaporkan bahwa rumah kontrakan yang baru ditempatinya diganggu oleh setan, sehingga ia meminta bantuan Damkar untuk “menangkapnya”.
“Selama berdirinya Rescue, baru kali ini ada laporan yang paling aneh, disuruh menangkap setan,” kata Hendro sambil tertawa.
Baca juga : Puluhan Ribu Narapidana Kasus Narkoba Akan Dilatih Militer untuk Diterjunkan Dalam Proyek Raksasa Pemerintah
Meski begitu, laporan itu tidak ditolak karena ada seorang anggota Tim Rescue bernama Rachmat, yang memiliki kemampuan khusus untuk melihat dan mengusir makhluk halus. Malam itu juga, Rachmat bersama anggota lainnya berangkat ke rumah ibu tersebut.
Sesampainya di sana, Rachmat melakukan ritual untuk mengusir setan dan proses pengusiran itu pun berlangsung hingga pukul 02.00 dini hari.
“Sampai jam dua dini hari baru selesai. Rahmat memindahkan setan ke pohon. Suasana di lokasi bikin merinding,” ucap Hendro.
Hendro juga mengatakan bahwa anggota selalu membuat laporan setelah melakukan kegiatan. Namun, setelah mengeluhkan setan itu selesai, anggota tidak membuat laporan karena “yang dievakuasi” tidak tampak.













