Jakarta, Satusuaraexpress.co – Sinyal Ridwan Kamil maju di Pilgub Daerah Khusus Jakarta (DKJ) 2024 makin kuat usai Partai Golkar memilih dukung politikus Partai Gerindra Dedi Mulyadi ke Jawa Barat.
Meski demikian, Guru Besar UGM Yoggakarta Prof Indra Bastian menegaskan, Anies Baswedan tetap punya kans memenangi kontestasi di Jakarta meski Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengusung Ridwan Kamil sebagai kompetitor.
Merujuk dari hasil survei beberapa lembaga, Anies Baswedan mayoritas menggungguli Ridwan Kamil. Termasuk Litbang Kompas, yang bahkan menempatkan mantan Gubernur Jawa Barat ini berada di bawah Anies dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Dalam survei Litbang Kompas ini dilakukan pada 15-20 Juni 2024 itu, bahkan elektabilitas Ridwan Kamil tidak mampu menyentuh dua digit. Sedangkan Anies dan Ahok dua digit. Anies meraih 29,28 persen, sedangkan Ahok 20,0%, dan Ridwan Kamil 8,5%.
“Jika patokannya elektabilitas lembaga survei, Anies tetap yang unggul,” katanya, nelansir KBA News, Jumat, 2 Agustus 2024.
Lulusan S2 dan S3 University of Kentucky Amerika Serikat ini menilai, sebenarnya di atas kertas, Ridwan Kamil berpeluang menang di Pilgub Jabar dibanding di Jakarta.
“RK lebih berpeluang menang di Jabar karena merupakan wilayahnya, petahana di sana (Jabar). Sayang banget kalau dipaksakan maju di Pilgub Jakarta,” jelasnya.
Prof Indra mengatakan, Anies kuat di Jakarta karena petahana. Anies dianggap sukses memimpin selama periode 2017-2024. Tingkat kepuasan warga Jakarta terhadap kepemimpinan Anies juga tinggi.
Dia mengatakan, PR Anies saat ini bagaimana mendulang banyak suara di Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
“Dua wilayah ini perlu menjadi perhatian. Untuk (Jakarta) Pusat, Timur, dan Selatan, kemungkinan masih menjadi basisnya Anies,” katanya.
Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan partai berlambang pohon beringin akan memberi dukungan kepada mantan Bupati Purwakarta dua periode Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar.
Airlangga tidak secara gamblang menyebut Ridwan Kamil akan berlaga di mana. Namun, sinyalnya maju di Jakarta.













