Berita  

KPPS Masih Susah Login Sirekap Jelang Pemilu, Ini adalah Kata KPU

KPPS Masih Susah Login Sirekap Jelang Pemilu, Ini adalah adalah Kata KPU

Satusuaraexpress.co JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) akan menggunakan alat bantu Sistem Berita Rekapitulasi pemilihan raya ( Sirekap ) untuk penghitungan pendapat pada pemilihan 2024. Dalam penggunaannya, para petugas Tim Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diwajibkan mengunggah formulir C1 hasil kemudian rincian perolehan pendapat di area Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Meski bimbingan teknis (bimtek) sudah dilakukan, masih ada petugas KPPS yang tersebut terkendala di menggunakan Sirekap. Salah satu kendala yang dihadapi para petugas adalah sulitnya untuk masuk atau login ke Sirekap. Selain itu, hasil pembacaan dari Sirekap juga kerap tidaklah sesuai dengan hasil di dalam formulir C1.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Betty Epsilon Idroos menyatakan berbagai petugas yang dimaksud susah login biasanya terkendala pada internet. “Kami sendiri sudah ada dapat coverage area untuk internet berapa persen,” ujar Betty.

Namun Betty mengungkapkan kalau Sirekap itu tak hanya sekali online tapi ada juga offline. Jadi sistem ini bisa saja digunakan untuk pada wilayah yang mana internetnya kurang bagus.

“Misalnya kemarin saya ke Lombok Utara, ternyata di area sana itu tak semua ter-coverage 4G yang bagus. Sepanjang misalnya terekam di handphone di area KPPS, KPPS foto pakai Sirekap, nggak ada waktu pada hari H, di area TPSnya, tiada ada jaringan internetnya pas hari H, nanti kan kotak (suara) naik nih, kotak itu naik dari TPS ke PPK, lalu KMD ketika geser naik, handphone dibawa nanti server Sirekap ada foto pada Sirekap, segera masuk,” katanya.

Apabila pada sebuah kecamatan tak ada jaringan internet, PPK tetap memperlihatkan bisa jadi melakukan rekapitulasi. “Maka ketika PPK melakukan rekapitulasi secara berjenjang, TPS mana yang tersebut kosong, maka PPK sanggup input data Sirekap merupakan foto imagenya ke kami,” sambungnya.

“Untuk Sirekap yang mana offline, sanggup tetap memperlihatkan kirim data untuk input data namun harus input satu demi satu, kalau yang mana offline kelemahannya itu,” tutupnya.

(*)

Berita Lainnya Satusuaraexpress di google news

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *