Jakarta, Satusuaraexpress.co – Terkait dugaan pihak keamanan di PT PAM PALYJA di Jakarta Barat yang menghalangi awak media dalam melakukan konfirmasi ditanggapi Ketua Persatuan wartawan Indonesia (PWI) jakarta Barat, Kornelius Naibaho, SH.
“Tidak ada yang boleh menghalangi apalagi oknum keamanan. Kalo ada yang menghalangi berarti PT PAM Palyja telah memposisikan diri sebagai salah satu BUMD yang alergi terhadap keterbukaan informasi publik.” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (29/8/2022).
PAM Jaya diketahui merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta. Oleh karena itu, Kornelius meminta Gubernur dan DPRD Komisi terkait untuk mengkaji ulang kedudukan para pejabat PT PAM PALYJA di Jakarta Barat.
“Karena itu pula Gubernur dan DPRD komisi terkait sudah sepantasnya mengkaji ulang kedudukan para pejabat PT PAM Palyja terutama di Jakarta Barat karena tidak becus bekerja dan tertutup bagi publik.” tandasnya.
Sebelumnya, seorang security di PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) yang beralamat di Jalan Perdana Nomor 4, Jelambar, Jakarta Barat diduga menghalangi awak media dalam melakukan kegiatan liputan.
Tim Satusuaraexpress.co pada Senin (29/8/2022) diketahui ingin mengkonfirmasi ke pihak PALYJA terkait aduan masyarakat bahwa sudah beberapa waktu air pam tidak menyala.
Namun oleh pihak security yang belakangan diketahui bernama Feriandi malah mengahalangi wartawan Satusuaraexpress.co untuk melakukan konfirmasi tersebut.
Menurut pengakuan wartawan Satusuaraexpress.co, Feriandi memaksa untuk mematikan rekaman suara.
“Matikan recoreder nya, tanyakan secara personal aja pak.” ujar security Feriandi.













