Varian Baru Covid-19 di DKI Meningkat Jadi 1.072 Kasus!

066284400 1589517871 ilustrasi virus corona covid 19copyright by diy13 Shutterstock ok
Ilustrasi/Net

Satusuaraexpress.co – COVID-19 varian baru terus meningkat di DKI Jakarta, totalnya sudah melampaui seribu kasus. Misalnya, varian Delta dari semula per 25 September tercatat 991 kasus, kini bertambah 23 kasus sehingga totalnya mencapai 1.023.

DKI Jakarta menjadi provinsi paling banyak menyumbang varian baru Corona. Di catatan Balitbangkes Kemenkes RI per 2 Oktober terkait identifikasi varian Alpha, DKI Jakarta juga memimpin, dengan temuan terbanyak ketimbang provinsi lainnya, yaitu 37 kasus. Begitu pula dengan varian Beta, DKI di posisi pertama identifikasi kasus tertinggi, melaporkan 12 kasus.

Sementara dalam tren COVID-19 harian, kasus baru di ibu kota juga masih menjadi penyumbang terbanyak di Indonesia. Ada 203 orang yang terinfeksi COVID-19.

Sebelumnya, pakar memprediksi DKI Jakarta sudah mencapai herd immunity. Hal ini dikarenakan gabungan dari herd immunity alamiah dengan jumlah cakupan vaksinasi yang dicapai.

Meski begitu, DKI Jakarta masih berstatus PPKM Level 3. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan wilayah aglomerasi Jabodetabek belum turun karena masih ada yang belum mencapai target vaksinasi.

“Aglomerasi Jabodetabek belum turun karena masih ada di kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Bekasi ini masih kekurangan vaksinasi level 3,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (4/10/2021).

Berikut laporan terbaru varian baru Corona per 2 Oktober berdasarkan catatan Balitbangkes Kemenkes RI.

Varian Delta: 3.160 kasus

Aceh: 53 kasus
Sumatera Utara: 86 kasus
Sumatera Barat: 75 kasus
Bengkulu: 18 kasus
Sumatera Selatan: 58 kasus
Jambi: 80 kasus
Kepulauan Riau: 7 kasus
Kepulauan Bangka Belitung: 42 kasus
Riau: 30 kasus
Lampung: 6 kasus
Banten: 28 kasus
Jawa Barat: 456 kasus
DKI Jakarta: 1.023 kasus
DIY: 20 kasus
Jawa Timur: 49 kasus
Jawa Tengah: 202 kasus
Bali: 33 kasus
Nusa Tenggara Barat: 64 kasus
Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
Kalimantan Tengah: 3 kasus
Kalimantan Barat: 37 kasus
Kalimantan Timur: 299 kasus
Kalimantan Utara: 59 kasus
Kalimantan Selatan: 41 kasus
Sulawesi Selatan: 24 kasus
Sulawesi Utara: 36 kasus
Sulawesi Tengah: 51 kasus
Sulawesi Tenggara: 20 kasus
Sulawesi Barat: 22
Gorontalo: 1 kasus
Maluku: 19 kasus
Maluku Utara: 43 kasus
Papua: 12 kasus
Papua Barat: 15 kasus

Varian Beta: 22 Kasus

DKI Jakarta: 12 kasus
Jawa Barat: 7 kasus
Jawa Timur: 2 kasus
Bali: 1 kasus

Varian Alpha: 65 kasus

Sumatera Utara: 2 kasus
Riau: 1 kasus
Sumatera Selatan: 1 kasus
Lampung: 1 kasus
Kepulauan Riau: 7 kasus
DKI Jakarta: 37 kasus
Jawa Barat: 11 kasus
Jawa Timur: 2 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Kalimantan Selatan: 1 kasus
Bali: 1 kasus

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *