Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineLonjakan Covid-19, Akibat Abaikan Prokes dan Varian Baru Delta

Lonjakan Covid-19, Akibat Abaikan Prokes dan Varian Baru Delta

Satusuaraexpress.co – Sudah banyak pesohor meninggal karena Covid-19.

Rina Gunawan meninggal.
Tengku Zul meninggal.
Raditya Oloan meninggal.
Bang Birgaldo Sinaga meninggal.
Semua karena Covid-19

Sudah banyak tenaga kesehatan, dokter, dokter gigi, perawat, bidan dan tenaga laboratorium medis meninggal karena Covid-19

Berita Tsunami Covid-19.dari India, juga berseliweran di timeline. Gambar-gambar dramatisnya, banyak bertebaran.
Namun masyarakat masih abai

Seharusnya itu sudah cukup untuk melahirkan kesadaran akan gentingnya keadaan pandemi Covid-19.

Mengapa masih bebal …?
Apakah perlu ada yang mati dulu diantara keluarga sendiri, baru nyadar…?

Perlu begitu ya?
Perlu digablok oleh kenyataan pahit, karena tidak mampu mengambil hikmah dari sekitar..?

Sedih membaca laporan Satuan Tugas Penanganan ( Satgas) Covid-19 pasien positif virus corona di Indonesia kembali bertambah hampir 10.000 kasus harian atau sebanyak 9.868 orang per Minggu, 13 Juni 2021.
Jumlah ini menjadi yang tertinggi sejak Maret 2021 lalu loh.

Membaca betapa bangganya orang-orang menceritakan proses menerobos penyekatan untuk pulang kampung , tidak menjaga protokol kesehatan di Bangkalan Madura, bersilaturahmi tanpa protokol kesehatan di Kudus Jawa.Tengah, bahkan di ibu kota Jakarta.
Di situlah aku merasa galau.

Ini manusia apa ???
Nggak pada bisa mikir…!!!
Kalau toh dirimu kuat, lantas bagaimana dengan kerabat yang rentan, yang kau kunjungi dan dekati…???

Berpotensi menjadi ‘malaikat maut’ kok bangga.

Jumlah kasus virus corona SARS-CoV-2 masih bertambah 9.868 kasus pada hari Minggu (13/6/2021). Total kasus positif sebanyak 1.911.358 orang, pasien sembuh 1.745.091, dan yang meninggal mencapai 52.879 orang. Sementara ini kasus aktif tercatat sebanyak 113.388 orang , dan suspek sebanyak 108.997 orang .

Peningkatan kasus Covid-19 setelah lebaran 2021 membuat keterisian rumah sakit naik signifikan. Rerata keterisian rs mencapai 68 persen, bahkan di Jawa Barat mencapai 92 persen.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menulat Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dari 34 spesimen dari Kudus yanf diperiksa menggunakan teknik whole genome sequencing ( WGS), 28 di antaranya positif varian Delta.

Pemeriksaan dilakukan oleh laboratorium Universitas Gajah Mada.
Varian Delta adalah varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang lebih menular berada di balik lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Kudus ( Jawa Tengah) dan DKI Jakarta. Varian yang dominan terutama adalah B.1.617.2 atau Delta yang pertama kali ditemukan di India dan varian B.1.1.7 atau Alpha yang pertama diidentifikasi di Inggris. Di Jakarta ditemukan sebanyak 24 varian Alpha dan 19 varian Delta.

Menurut laporan dari Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) kepada Kementerian Kesehatan sebanyak 34 spesimen dari laboratorium Salatiga pada 11 Juni 2021 semuanya positif varian Delta.
Public Health England (PHE) 7/5/2021 melaporkan, varian Delta dapat menyebabkan peningkatan risiko rawat inap dibandingkan dengan varian Alpha dan varian Betha dan Gamma.
Analisis terhadap 38.805 kasus di Inggris menunjukkan varian Delta meningkatkan 2,61 kali risiko rawat inao dalam 14 hari dibandingkan dengan varian Alpha.
Upaya pemerintah untuk mencegah lonjakan kenaikan kasus Covid-19 dengan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik dan menjaga protokol kesehatan kurang berhasil. Sebagai konsekuensinya terjadi lonjakan kasus pasca lebaran yang diperberat dengan adanya varian baru virus corona Delta.

Semoga kita sadar, dan berubah terutama bagi yang belum tertib ditengah kerancuan menghadapi pandemi Covid-19.
Jangan abai virus corona masih mewabah!

Stay safe, Stay healthy .

Bersama kita bisa melawan pandemi Covid-19
Berkah Dalem Gusti
Jakarta 14 Juni 2021
Dr. Mulyadi Tedjapranata

Perkembangan Virus Corona


Most Popular