GAPPMI Optimis Ketersediaan Pangan Lebaran, Tapi…..

IMG 20210412 144203
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman. (ANTARA FOTO / Asep Firmansyah).

Satusuaraexpress.co – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengungkapkan permintaan produk pangan mengalami peningkatan sejak Januari 2021. Jika dilihat secara keseluruhan di Indonesia, kontirbusi pangan olahan terhadap pangan mencapai 34 persen dan 66 persenya adalah pangan segar dan pangan rumah tangga.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan bila dilihat dari konstelasi itu, industri makanan minuman yang mengalami peningkatan permintaan sejak Januari 2021 membuat GAPMMI sangat optimis bahwa lebaran tahun ini lebih baik dari tahun lalu.

Namun, demikian menjelang akhir Maret 2021, ada pengumuman dari Pemerintah prihal pembatasan perjalanan, larangan mudik, sebagainya. Hal itu, menurut Lukman, sedikit melemahkan permintaan dari retailer atau pedagang eceran. Karena itu, GAPMMI khawatir kejadian tahun lalu akan terulang.

“Mudah-mudahan ini tidak (seperti tahun lalu), kita berharap pemerintah mulai bisa memikirkan kembali apa yang perlu diputuskan. Jadi, jangan sampai keinginan masyarakat untuk berlebaran tahun ini dengan menikmati berbagai pertemuan keluarga, kemudian menikamati makanan minuman ini menjadi hilang gara-gara kebijakan yangg salah,” harapnya, dalam bincang Ketersedian Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran, via virtual, Senin (12/03).

Meski begitu, Lukman menegaskan, GAPMMI tetap mendukung bahwa protokol kesehatan harus dijalankan dengan tepat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, tahun ini tidak terjadi gejolak harga seperti 2-3 tahun yang lalu. Tahun ini harga relatif tidak tinggi. Meski begitu, kenaikan harga tetap terjadi, seperti harga cabai yang naik 2 minggu lalu. Begitupun harga daging sapi juga mengalami kenaikan karena stok impor berkurang. (ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *