Antisipasi Dampak La Nina, Satpol PP DKI Cek Kesiapan Antisipasi Banjir di Jaksel

20201216 161458 scaled
Kasatpol PP DKI, Arifin.

Satusuaraexpress.co – Kasatpol PP DKI, Arifin melakukan pengecekan persiapan antisipasi banjir pada jajarannya di kawasan Jakarta Selatan dampak fenomena La Nina. Pasalnya, BMKG telah memprediksi curah hujan berpotensi meningkat 40 persen dari normal pada akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 nanti.

“Masuk bulan Desember sudah mulai turun hujan, sudah ada disampaikan gejala La Nina di awal Desember ini sehingga saya melakukan pengecekan internal di Satpol PP Kota tentang sikap kesiagaan anggota untuk bisa berkontribusi mengantisipasi berkenaan bencana banjir,” ujar Kasatpol PP DKI, Arifin, Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, diharapkan hujan yang turun nanti tak sampai menimbulkan bencana ataupun musibah lainnya. Namun, bila sampai terjadi, Satpol PP DKI, khususnya Satpol PP Jakarta Selatan sudah siap menjalankan fungsinya sebagai pelindung masyarakat.

Sejauh ini, kata dia, sarana dan prasarana antisipasi bencana banjir pun sudah disiapkan dengan baik, khususnya oleh Satpol PP Jaksel dalam mengantisipasi bencana di Jaksel dan bakal ditempatkan di titik-titik rawan banjir. Contohnya saja, persiapan mobil recque, peralatan pelampung, perahu karet, dapur umum, peralatan jas hujan bagi anggota, dan lainnya.

“Jadi, saat terjadi bencana anggota sudah dalam keadaan siap, baik itu siap orangnya maupun sarana dan prasarananya. Semuanya itu sejak dini diarahkan atau ditempatkan ke titik-titik lokasi berpotensi banjir, misal di kawasan yang dilintasi sungai Ciliwung dan kali Krukut,” tuturnya.

Dengan begitu, paparnya, anggota Satpol PP pun bisa langsung cepat membantu mengevakuasi warga terdampak bencana ataupun membantu instansi lainnya mengurusi bencana. Sebagaimana pernyataan Gubernur DKI, Anies Baswedan kalau parameter sukses menangani bencana itu tak adanya korban jiwa dan penanganan bencana, seperti banjir yang cepat surut.

Dia pun sudah menginstruksikan pada semua anggota Satpol PP di semua wilayah Jakarta untuk langsung terjun saat terjadi bencana. Lalu, berkolaborasi dengan instansi lainnya dalam mengantisipasi bencana banjir, seperti mengawasi pompa air dan pintu air pula serta mensosialisasikannya pada masyarakat.

“Semua anggota saat terjadi hujan deras
seluruhnya harus siap siaga menggalang potensi untuk bisa meminimalisir terjadinya bencana, baik yang di kelurahan, kecematan, maupun di provinsi,” tutupnya. (CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *