Satusuaraexpress.co – Pusat Koperasi Tempe Tahu Indonesia DKI Jakarta, menggelar rapat terkait kenaikan harga kedelai impor yang mencapai sebesar 15 persen.
Rapat Puskopti DKI Jakarta digelar di kantor Primkopti Jakarta Selatan, sekaligus menindak lanjuti Gakoptindo seluruh Indonesia, dimana terkait soal kenaikan harga kedelai impor yang berasal dari Amerika.
Ketua Puskopti DKI Jakarta Haji Sutaryo mengatakan, kenaikan harga kedelai sebenarnya memberatkan bagi para konsumen atau masyarakat pencinta tahu tempe. Namun apalah daya, kata Sutaryo, lantaran harga kenaikan kedelai impor yang mencapai 15 persen itu membuat para pengrajin berencana akan menaikan harga tahu dan tempe sebesar 10 hingga 20 persen.
“Padahal harga dolar saat ini tidak naik, tapi entah apa penyebabnya sehingga harga kedelai Impor sekarang naik mencapai 15 persen. Jadi terpaksa kita mengumumkan bahwa dampak dari kenaikan kedelai, harga tahu dan tempe naik 10 hingga 20 persen, “ucap H. Sutaryo didampingi Sekertaris Kopti Handoko kepada Satusuaraexpress. co, Jumat Malam.
Ketua Puskopti DKI Jakarta, H Sutaryo berharap kepada pemerintah agar dapat meninjau atau menyesuaikan terkait kenaikan harga kedelai impor, mengingat kondisi saat ini masyarakat sedang mengalami pandemi covid 19.
“Ya kita berharap kenaikan harga kedelai tidak naik, Karena masyarakat sekarang ini sulit perekonomian dan sedang menghadapi pandemi covid 19,”pungkasnya.(MAN)













