Laporan: Luna Putri Suherman satusuaraexpress.co – Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. Kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, pasalnya peringatan di gelar di masa Pandemi Covid 19.
SLBN 11 Jakarta memperingatinya dengan sederhana namun mempunyai makna, yakni kampanye dengan Twibbon (bingkai) Hari Disabilitas. Hal ini di ungkapkan M Haikal Bastian Panitia Hari Disabilitas Internasional SLBN 11 Jakarta.
“kita mengikuti tema dari Kemensos Peringatan Hari Disabilitas pada tahun ini mengusung tema ‘Not All Disabilities Are Visible’, tidak semua disabilitas terlihat,” ucap Haikal, Jumat, (4/12/2020).
Lebih lanjut Haikal menjelaskan banyak anak anak (penyandang) disabilitas yang orang-orang tidak mengetahui dan menganggap mereka biasa aja, padahal mereka perlu perhatian khusus.
SLBN 11 Jakarta kampanye untuk membangun inklusif sekolah mengajak menerima individu-individu yang disabilitas ini. Mengenai Twibbon yang dibuat Sekolahnya dia menjelaskan bahwa kita bikin bingkai-bingkai atau Twibbon dimedia sosial agar orang mengetahui bahwa 3 Desember adalah hari disabilitas.
“Mengenai keterlibatan siswa dalam Hari Disabilitas kali ini, siswa-siswa pun diikut sertakan dengan cara mengunggah bingkai buatannya ke media sosial mereka.” imbuh Haikal.
Sementara itu Kepala Sekolah SLBN 11 Jakarta Drs. Triyanto Murjoko MPd menjelaskan sebetulnya ia menginginkan anak-anak berkumpul namun dikarenakan pandemi Covid-19 keinginannya diurungkan.
“Sebenarnya kita ingin sih anak anak berkumpul, tapi masih Pandemi.” ujarnya.
Peringatan HDI di SLBN 11 kali ini dilakukan dengan menampilkan profil dan kebersamaan peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 di SLBN 11 Jakarta. Dalam perayaannya hanya menampilkan profil dan kebersamaan antara guru dan siswa melalui twibbon.
“ini adalah bentuk kepedulian kami, dimana kami tidak bisa menggembirakan anak-anak karena situasi Pandemi (Covid 19).” papar Triyanto.
Mengenai kampanye twibbon yang diadakan sekolahnya, Triyanto sapaan kepala sekolah ini menjelaskan mungkin dengan twibbon itu, kita bisa mengampanyekan juga untuk anak-anak kita tetap belajar dengan baik.
“Tetap semangat menjadi generasi yang baik dan unggul”. Pungkas Triyanto.













