Berita  

Isu “Geng Solo” Memanas! Andi Azwan Pasang Badan, Rotasi Pejabat Prabowo Disebut Bukan untuk Singkirkan Kelompok Jokowi

f5b368b0 1a3e 4b7f 980c 1f10b2e63049
Foto: Fajar.co.id

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Isu dugaan bersih-bersih kelompok yang disebut “Geng Solo” di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Di tengah spekulasi politik yang berkembang, Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, angkat bicara dan membantah anggapan bahwa pergantian sejumlah pejabat merupakan skenario untuk menyingkirkan kelompok tertentu dari pusat kekuasaan.

Andi menegaskan, rotasi dan pergantian jabatan merupakan hal yang lumrah dalam pemerintahan. Menurutnya, kebijakan tersebut harus dilihat sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan kebutuhan institusi, bukan langsung dikaitkan dengan persaingan politik di lingkaran elite.

“Kalau menurut saya itu tour of duty. Lima tahun itu cukup lama,” ujar Andi, sebagaimana dikutip pada Kamis (22/10/2026).

Nama Dudung Abdurachman Ikut Disorot

Spekulasi mengenai pergeseran kekuatan di lingkungan pemerintahan turut menyeret perubahan posisi sejumlah pejabat, termasuk Dudung Abdurachman. Namun, Andi menolak anggapan bahwa perubahan tersebut menjadi bukti adanya upaya sistematis untuk menyingkirkan kelompok tertentu.

Ia menilai Presiden memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menentukan penempatan pejabat berdasarkan kebutuhan pemerintahan. Pergantian di lingkungan TNI, Polri, maupun kabinet, menurutnya, tidak semestinya otomatis dibaca sebagai pertarungan antarkelompok.

Meski demikian, isu ini tetap menarik perhatian karena menyentuh persoalan sensitif: arah politik pemerintahan Prabowo dan posisi orang-orang yang sebelumnya dikenal dekat dengan pemerintahan Joko Widodo.

Masa Jabatan Kapolri Jadi Bahan Perbincangan

Andi juga menyinggung masa jabatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang telah berlangsung sekitar lima tahun. Ia menilai durasi tersebut cukup panjang untuk menjadi bahan evaluasi organisasi.

Pernyataan itu kembali memunculkan perhatian terhadap dinamika rotasi jabatan di lembaga strategis negara. Namun, pandangan Andi tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya keputusan pergantian Kapolri ataupun membuktikan bahwa rotasi jabatan berkaitan dengan isu “Geng Solo”.

Prabowo-Jokowi Disebut Masih Akrab

Di tengah isu yang berkembang, Andi turut menegaskan bahwa hubungan Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tetap baik. Ia bahkan menggambarkan hubungan keduanya layaknya sahabat dekat atau bestie.

Pernyataan ini menjadi pesan penting di tengah spekulasi mengenai kemungkinan perubahan konfigurasi politik di pemerintahan. Andi seolah ingin menegaskan bahwa pergantian pejabat tidak seharusnya langsung diterjemahkan sebagai tanda keretakan hubungan antara Prabowo dan Jokowi.

Namun, di tengah berbagai tafsir yang beredar, publik tetap menunggu penjelasan yang lebih konkret mengenai dasar evaluasi dan pertimbangan di balik setiap rotasi jabatan.

Publik Menunggu Bukti, Bukan Sekadar Spekulasi

Polemik “Geng Solo” memperlihatkan bagaimana perubahan posisi pejabat dapat memicu beragam tafsir politik. Di satu sisi, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan penyegaran organisasi. Di sisi lain, transparansi mengenai alasan pergantian dan ukuran kinerja tetap diperlukan agar keputusan tersebut dapat dipahami masyarakat.

Pernyataan Andi Azwan menjadi bantahan terhadap narasi bersih-bersih kelompok tertentu. Akan tetapi, untuk memastikan ada atau tidaknya motif politik di balik pergantian pejabat, diperlukan bukti dan keterangan resmi yang dapat diverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *