Baru Lulus, Langsung Wawancara? 8 Kesalahan yang Sering Menjegal Fresh Graduate

IMG 3755
Foto: Artificial Intelligence

Satusuaraexpress.co | OPINI – Bagi lulusan baru, panggilan wawancara pertama biasanya campuran antara senang dan cemas. Bagi fresh graduate yang baru pertama kali wawancara, proses ini bisa terasa menakutkan. Kabar baiknya, sebagian besar kesalahan yang sering terjadi bisa dicegah dengan persiapan yang tepat.

Datang Tanpa Riset tentang Perusahaan

Ini kesalahan nomor satu. Tidak mempersiapkan diri dengan baik adalah hal pertama yang perlu dihindari, dan caranya adalah meriset perusahaan serta berlatih menjawab pertanyaan yang umum diajukan HRD. Pertanyaan dasar seperti bidang usaha perusahaan menunjukkan bahwa Anda tidak melakukan riset sebelum wawancara. Karena salah satu pertanyaan wawancara biasanya soal pemahaman tentang perusahaan yang dilamar, profil perusahaan wajib dipelajari.

Terlambat dan Salah Kostum

Menurut ulasan yang merujuk Glints, terlambat menunjukkan pribadi yang kurang profesional dan kurang pandai mengatur waktu, sekalipun CV dan nilai tes bagus. Jika belum mengenal lokasinya, persiapan bisa dilakukan sehari sebelumnya. Soal penampilan, kenakan pakaian yang profesional.

Menanyakan Gaji di Awal

Wajar jika fresh graduate penasaran soal gaji. Namun, menanyakannya terlalu awal bisa membuat Anda terlihat lebih fokus pada kompensasi daripada pekerjaannya. Disarankan menghindari pertanyaan soal gaji dan fasilitas, kecuali pihak perusahaan yang lebih dulu menanyakannya. Begitu pula soal keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi, karena banyak kandidat terburu-buru menanyakannya di awal wawancara.

Gugup Berlebihan atau Terlalu Percaya Diri

Terlihat gugup bisa membuat perusahaan menilai Anda belum siap dan kurang percaya diri, tetapi terlalu percaya diri juga tidak baik. Sumber lain menambahkan, hindari pula rasa rendah diri, dan usahakan berkonsentrasi penuh selama sesi wawancara. Saat menceritakan pencapaian, misalnya dari tugas kelompok atau organisasi, akui juga kontribusi rekan Anda.

Memakai Jawaban Klise

Menjawab pertanyaan tentang kelemahan dengan kata “perfeksionis” termasuk yang sebaiknya dihindari. Sebagai gantinya, sebutkan kelemahan yang nyata beserta cara Anda mengatasinya. Hindari juga kata-kata yang merendahkan diri sendiri.

Menjelekkan Kampus, Dosen, atau Tempat Magang

Sumber-sumber yang dikutip membahas hal ini untuk pekerjaan sebelumnya, tetapi prinsipnya sama bagi fresh graduate yang pernah magang atau aktif di organisasi. Menjelek-jelekkan pekerjaan lama tidak boleh dilakukan saat wawancara, sebab pewawancara khawatir Anda juga akan mengungkit keburukan kantor mereka kelak. Kalau ada pengalaman kurang menyenangkan, sampaikan secara diplomatis, misalnya dengan menekankan bahwa Anda belajar banyak dan mencari lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan profesional.

Bahasa yang Terlalu Santai

Wawancara bisa terasa seperti ngobrol, tetapi pewawancara menilai potensi Anda secara langsung, dan setiap hal kecil yang diucapkan menjadi bahan pertimbangan. Karena itu, hindari kata makian dan bahasa slang.

Tidak Punya Pertanyaan untuk Pewawancara

Jangan menutup wawancara dengan “tidak ada pertanyaan”. Tidak mengajukan pertanyaan di akhir wawancara bisa membuat Anda terlihat kurang tertarik. Pastikan pertanyaannya relevan, karena pertanyaan yang tidak sesuai konteks bisa menjadi pertanda buruk.

Tips Tambahan untuk Fresh Graduate

Bagian ini adalah saran umum dari saya dan tidak berasal dari sumber di atas. Jika belum punya pengalaman kerja, fokuskan jawaban pada hal yang sudah Anda miliki, seperti proyek kuliah, skripsi, organisasi, kepanitiaan, magang, atau kursus. Siapkan satu atau dua cerita singkat yang menunjukkan tanggung jawab, kerja sama tim, dan kemampuan belajar. Latihan menjawab di depan cermin atau bersama teman juga membantu mengurangi gugup.

Fresh graduate tidak perlu minder karena belum punya pengalaman kerja. Persiapan yang baik, sikap profesional, dan jawaban yang jujur serta terarah sudah bisa meninggalkan kesan positif. Menurut salah satu ulasan, persiapan yang matang membantu pelamar melewati wawancara dengan lebih lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *