Satusuaraexpress.co | OPINI – Banyak pasangan baru mulai memikirkan kesehatan saat kehamilan sudah terkonfirmasi. Padahal, para ahli menilai persiapan yang matang justru dimulai jauh sebelum itu.
Mulai Sejak Dini
Persiapan kehamilan sebaiknya dilakukan segera setelah pasangan memutuskan untuk hamil, idealnya 6 bulan sebelum pembuahan. Sumber lain menyebut waktu yang sedikit lebih singkat, yakni sekitar tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa jangka waktu yang pas bisa berbeda untuk tiap orang, sehingga sebaiknya dibicarakan langsung dengan dokter.
Langkah Pertama: Temui Dokter Kandungan
Dr. Michele Hakakha, dokter spesialis kandungan sekaligus penulis buku Expecting 411, menekankan bahwa menemui dokter kandungan adalah langkah awal yang penting bagi pasangan yang merencanakan kehamilan. Dalam konsultasi prakonsepsi, dokter akan menanyakan riwayat bedah dan transfusi, memberi saran diet sehat, serta biasanya meresepkan suplemen asam folat.
Sebagian dokter kandungan juga menganjurkan pemeriksaan tambahan. Menurut sebuah laporan, di Singapura, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa, sebagian besar dokter kandungan menyarankan calon orang tua menjalani tes skrining genetik sebelum program hamil.
Asam Folat, Nutrisi Kunci
Asam folat paling sering disebut dalam panduan prakonsepsi. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut asam folat sebagai salah satu nutrisi terpenting yang dibutuhkan perempuan sebelum hamil. American Academy of Pediatrics sudah lama berpandangan bahwa asam folat dapat mengurangi cacat tabung saraf setidaknya 50 persen.
Soal takaran, dianjurkan 400 mcg per hari bagi perempuan usia subur, dan kebutuhannya naik menjadi 600 mcg per hari saat hamil. Ada pula sumber yang menyarankan 400 hingga 800 mikrogram per hari bagi perempuan yang berencana hamil. Karena rentang anjurannya berbeda-beda, dosis yang tepat sebaiknya ditentukan oleh dokter.
Neemez Kassam, dokter naturopati dan pengajar di Canadian College of Naturopathic Medicine, menyarankan calon ibu memperbanyak makanan yang tinggi vitamin B12, asam folat, dan zat besi. Asam folat dapat ditemukan pada sayuran hijau, jeruk, kacang-kacangan, dan lentil.
Berat Badan dan Gaya Hidup
Berat badan ideal juga berpengaruh. Kelebihan berat badan dapat menambah risiko komplikasi kehamilan seperti diabetes atau hipertensi, sehingga indeks massa tubuh sebaiknya berada pada kategori normal. Kesehatan gigi pun tidak boleh dilupakan. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi dapat membantu meminimalkan radang gusi dan gigi berlubang.
Persiapan juga menyangkut kondisi mental. Menurut salah satu ulasan, persiapan sebelum program hamil bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.
Kesimpulan
Intinya, pasangan yang berencana punya anak disarankan berkonsultasi ke dokter, memenuhi kebutuhan asam folat, menjaga berat badan dan pola makan, serta memperhatikan kesehatan mental. Seluruh langkah ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing bersama tenaga medis.













