Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suasana di kawasan Jalan Arjuna, Jakarta Barat, sempat berubah tegang dan memanas pada Minggu (13/9/2026). Pusat ketegangan terjadi tepat di depan Club De Arjuna, menyusul kedatangan rombongan yang diduga berasal dari luar wilayah tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rombongan itu tiba menggunakan satu unit bus bernomor polisi W-7286-BA, diikuti dua mobil pribadi yang secara mencurigakan tidak menampilkan pelat nomor kendaraan.
Alfredo, pengacara GRIB Jaya, menyebutkan jumlah orang dalam kelompok tersebut mencapai sekitar 50 orang. Kehadiran mereka yang tiba-tiba berhenti tepat di depan lokasi langsung memicu kecurigaan dan kekhawatiran warga maupun elemen yang berada di tempat itu.
Tak lama setelah kedatangan rombongan tersebut, suasana semakin memuncak. Anggota GRIB Jaya yang berada di lokasi melakukan pengejaran saat kendaraan-kendaraan itu diketahui mulai meninggalkan tempat.
Baca juga : Sengketa Kepemilikan Lahan Lokasi Club de Arjuna di Kedoya Selatan Menjadi Sorotan Publik
Dalam proses itu, terjadi aksi pelemparan batu ke arah kendaraan yang melarikan diri. Pengejaran itu turut membawa temuan, dari salah satu kendaraan yang ditinggalkan, ditemukan dokumen yang disebut berisi surat kuasa dari pihak HD Arjuna kepada dua nama pengacara, yaitu Denny Kailimang, S.H. dan Harry Ponto, S.H., M.H.
Yorim, yang dikenal sebagai Panglima GRIB Jaya, menjelaskan bahwa ketegangan itu didahului adanya informasi yang beredar sebelumnya. Kabar menyebutkan sekelompok orang yang dikaitkan dengan wilayah Indonesia Timur dan bermukim di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, berencana menuju Club De Arjuna.
Kelompok tersebut dikaitkan dengan organisasi GMBI yang dipimpin oleh Robinson Nanusella atau yang akrab disapa Robby Nanusella. Meski demikian, semua informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan verifikasi resmi dari pihak berwenang.
Baca juga : Peringatan HTN Ditandai dengan Demonstrasi, Suarakan “Reforma Agraria Sejati”
Sekitar pukul 20.30 WIB, situasi kembali memanas ketika pihak GRIB Jaya mengamankan seorang pria yang diduga berasal dari kelompok GMBI di lingkungan Club De Arjuna. Pria tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada Kapolsek Kebon Jeruk untuk diamankan, dimintai keterangan, dan diproses lebih lanjut.
Sebelum peristiwa pengamanan itu terjadi, tepatnya sekitar pukul 20.10 WIB, kepolisian telah turun ke lokasi. Personel patroli dari Polsek Kebon Jeruk didukung kekuatan dari Polres Metro Jakarta Barat tiba di tempat kejadian untuk mengantisipasi kerusuhan, menenangkan massa, dan menjaga ketertiban serta keamanan kawasan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian, motif di balik kedatangan rombongan tersebut, maupun dugaan keterlibatan organisasi tertentu dalam peristiwa ini.
Masyarakat berharap aparat berwenang melakukan penyelidikan menyeluruh, mengungkap fakta sesungguhnya, serta mengambil langkah tegas guna mencegah terjadinya bentrokan atau eskalasi ketegangan yang lebih besar di masa mendatang.













