Satusuaraexpress.co | Jakarta —
Pada Sabtu (12/9/2026), Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi laga sarat gengsi El Clasico Indonesia, pekan kedua Super League musim 2026/2027. Persija Jakarta berhasil mengamankan tiga poin penuh setelah menaklukkan rival abadi Persib Bandung dengan skor tipis 2–1 dalam pertandingan yang berlangsung penuh emosi dan ketegangan hingga detik-detik akhir.
Pertandingan ini menandai kembalinya duel klasik ini ke SUGBK setelah jeda tujuh tahun, dan disambut antusiasme luar biasa oleh suporter: sebanyak 58.961 penonton memadati tribun stadion kebanggaan Indonesia tersebut.
Dibawah arahan pelatih Shin Tae-yong, Persija langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal, menerapkan strategi menekan yang menyulitkan lini belakang Persib.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-41 dimana Denis Kolinger melakukan penetrasi tajam dari sisi kiri dan melepaskan umpan matang ke jantung pertahanan lawan. Alexander Jeremejeff yang berdiri bebas berhasil menyambar bola dan mencetak gol pembuka, membawa Persija unggul 1–0 hingga turun minum.
Baca juga : Penutup Gemilang Turnamen Mini Soccer Walikota Cup 2026, Dimeriahkan Oleh Persija Glory
Memasuki babak kedua, Persib di bawah asuhan pelatih Igor Tolic meningkatkan intensitas serangan dan mulai mendominasi penguasaan bola dalam upaya mencari gol penyeimbang.
Tekanan tersebut berbuah hasil pada menit ke-82, Balsa Sekulic melepaskan sepakan akurat yang gagal dihalau kiper Nadeo Argawinata, menyamakan kedudukan menjadi 1–1 dan sempat mengganggu momentum tuan rumah.
Laga tampak berakhir imbang hingga masa injury time. Namun, rekrutan anyar Persija, Ivan Mamut, muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan di penghujung pertandingan, mengunci skor akhir 2–1 untuk keunggulan Macan Kemayoran.
Kemenangan ini menempatkan Persija di posisi penting klasemen awal sekaligus menjadi momen bahagia bagi ribuan pendukung The Jakmania, yang telah lama menantikan kemenangan atas rival abadi di kandang sendiri.
Pertandingan ini tidak hanya berupa perebutan tiga poin, melainkan juga pertunjukan semangat, ketegangan, dan mentalitas juara yang ditunjukkan Persija hingga detik terakhir.













