Satusuaraexpress.co | Jakarta — Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat berhasil membongkar jaringan pencurian yang beroperasi dengan modus mengganjal lubang kartu ATM, menukar kartu asli dengan kartu palsu, serta mengintip nomor PIN nasabah untuk menguras tabungan.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, mengatakan sindikat ini terbukti beroperasi dengan pembagian tugas yang rapi dan terstruktur. Polisi berhasil mengamankan empat orang tersangka, yakni FR, AP, AF, dan TH.
“Keempatnya memiliki peran yang saling melengkapi seperti ada yang bertugas mengganjal mesin dan menawarkan bantuan, ada yang mengintip PIN, ada yang memantau situasi di sekitar lokasi, dan satu lainnya berperan sebagai pengemudi yang membawa kelompok berpindah dari satu mesin ATM ke mesin lainnya, ” kata Nasriadi, Rabu (2/9/2026).
Trik Tusuk Gigi dan Penukaran Kartu
Modus operandi yang digunakan pelaku sangat terencana dan memanfaatkan kepanikan nasabah. Para pelaku terlebih dahulu memasukkan tusuk gigi ke dalam lubang kartu ATM. Ketika nasabah hendak bertransaksi, kartu yang dimasukkan tidak dapat masuk dengan sempurna sehingga mesin tidak dapat memproses transaksi. Saat korban mulai kebingungan dan panik, salah satu pelaku akan mendekat dan berpura-pura menawarkan bantuan seolah-olah memahami permasalahan mesin tersebut.
Baca juga : Polres Jakbara Bongkar Pabrik Oli Palsu Skala Ton-Tonan di Cengkareng, Omset Rp864 juta
Dengan alasan hendak membantu memasukkan kartu, pelaku kemudian mengambil kartu ATM milik korban dan dengan cepat menukarnya dengan kartu palsu yang telah disiapkan sebelumnya. Kartu asli dikuasai pelaku, sementara korban dikembalikan kartu palsu.
“ATM yang asli dipegang oleh si pelaku, ATM yang palsu dipegang oleh si korban,” jelas Nasriadi.

Ketika korban mencoba kembali menggunakan kartu palsu tersebut, transaksi tentu gagal dan mesin menampilkan pesan bahwa kartu tidak dapat diproses. Korban pun mengira kartu atau mesin sedang bermasalah, tanpa menyadari bahwa kartu aslinya telah berpindah tangan.
Mengintip PIN Lalu Menguras Tabungan
Penukaran kartu bukan satu-satunya tindakan yang dilakukan pelaku. Sementara satu orang berinteraksi dengan korban, anggota lainnya berdiri di dekat mesin dan dengan sengaja mengamati serta menghafal nomor PIN yang dimasukkan korban. Dengan demikian, sindikat tersebut telah mengantongi dua hal penting sekaligus: kartu ATM asli dan kode aksesnya.
Berkat informasi itu, para pelaku langsung berangkat ke lokasi ATM lain dan menarik seluruh uang yang ada di rekening korban. Aksi ini dilakukan secara cepat dan berpindah-pindah, menyasar berbagai lokasi dan bank yang berbeda. Selain itu, polisi juga menemukan puluhan kartu ATM palsu yang disiapkan untuk digunakan kembali dalam aksi selanjutnya.
Kerugian Capai Rp205 Juta, Belajar Modus Secara Otodidak
Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari Laporan Polisi yang dibuat pada Februari 2026. Hingga saat ini, total kerugian yang dialami korban tercatat sekitar Rp205 juta.
“Yang kedua ini kita proses terkait LP di bulan Februari, dan kita mengikutinya berdasarkan LP Februari 2026. Dengan nilai total kerugian kurang lebih Rp205 juta,” ungkap Arfan.
Berdasarkan pemeriksaan, para tersangka mengaku baru melakukan aksi serupa sebanyak dua kali. Namun, polisi tidak menutup kemungkinan adanya korban lain yang belum melaporkan diri dan masih terus melakukan pengembangan kasus ini.
Menariknya, tidak ada satu pun dari para tersangka yang berlatar belakang pekerja perbankan, mereka mempelajari trik tersebut secara otodidak. Kartu palsu yang digunakan pun ternyata dicetak dengan alasan yang tidak mencurigakan, sehingga dapat lolos dari pengawasan pihak percetakan.
Dalam pengungkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, yaitu 53 keping kartu ATM, dua tusuk gigi, amplas, lima unit telepon seluler, serta sejumlah KTP.
Polisi Imbau Nasabah Waspada, Jangan Terima Bantuan Orang Asing
Melihat tingginya risiko yang mengancam nasabah, Kapolres Nasriadi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat bertransaksi di mesin ATM. Ia meminta agar tidak mudah percaya dan menerima bantuan dari orang yang tiba-tiba menawarkan jasa ketika kartu ATM mengalami kendala.
“Apabila ada masyarakat yang mengambil ATM, kemudian ATM-nya tidak bisa masuk, jangan langsung percaya kepada orang yang menawarkan jasa, ya. Karena bisa diduga mereka adalah bagian daripada jaringan,” pesan Nasriadi.
Nasabah juga diminta untuk tidak pernah menyerahkan kartu ATM kepada siapa pun, terutama orang yang tidak dikenal. Jika mengalami kendala di mesin ATM, langkah yang paling tepat adalah meminta bantuan kepada petugas keamanan bank atau menghubungi layanan pelanggan resmi bank terkait.
“Minta bantuanlah kepada security bank atau pihak perbankan, ya. Karena merekalah yang lebih mengerti,” tambahnya.
Polisi menegaskan bahwa kewaspadaan dan ketelitian adalah benteng utama untuk tidak menjadi korban modus serupa yang memanfaatkan momen kepanikan. Pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas serta menemukan kemungkinan korban lain yang belum teridentifikasi.











