Sensus Ekonomi 2026 Jakbar Capai 92 Persen, Sisa Delapan Persen Jadi Tantangan Khusus

c52787d57870204459b8c9b22d554299
Sensus Ekonomi 2026 Jakbar Capai 92 Persen, Sisa Delapan Persen Jadi Tantangan Khusus.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Barat melaporkan perkembangan menggembirakan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, yang hingga pertengahan Agustus telah mencapai angka 92 persen dari keseluruhan sasaran pendataan. Dari total sasaran sebanyak 1.042.543 keluarga maupun unit usaha di wilayah tersebut, sebagian besar telah berhasil didata oleh para petugas di lapangan.

Kepala BPS Jakarta Barat Muhammad Noval, menyampaikan capaian tersebut berdasarkan pemutakhiran data per hari Rabu, 19 Agustus 2026. “Sampai kemarin sudah 92 persen,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Perjalanan menuju capaian tersebut ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pada tahap-tahap awal pelaksanaan, para petugas menghadapi kendala berupa keragu-raguan yang muncul di tengah masyarakat.

“Sebagian warga sempat mengira bahwa kegiatan pendataan ini berkaitan erat dengan urusan perpajakan, sehingga menimbulkan keengganan untuk memberikan data. Namun seiring berjalannya waktu, pemahaman masyarakat terhadap tujuan dan manfaat sensus semakin membaik. Narasi-narasi positif yang menyertai pelaksanaan sensus pun semakin banyak tersebar, melampaui isu-isu keliru yang sempat beredar, ” kata Noval.

Baca jugaBPS Kota Bogor Mulai Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Perdana Dilakukan ke Wali Kota

Meski capaian telah menyentuh angka yang tinggi, sisa pendataan sebesar delapan persen justru menjadi tantangan tersendiri yang terasa lebih berat bagi para petugas. Sebagian besar sasaran yang belum terjangkau berada di kawasan perumahan elite, lingkungan apartemen, serta lingkungan perusahaan-perusahaan besar yang memerlukan pendekatan khusus dan koordinasi yang lebih teliti guna mendapatkan akses masuk.

Menyadari tantangan tersebut, BPS Jakarta Barat terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang erat dengan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat. Dukungan nyata turut diberikan oleh pihak kelurahan di setiap wilayah, yang turut membantu petugas dalam menjangkau warga, khususnya di kawasan-kawasan yang sulit diakses.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri berlangsung dalam rentang waktu 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan tujuan utama memetakan secara menyeluruh kondisi serta potensi perekonomian yang dimiliki oleh keluarga-keluarga maupun unit usaha dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat.

“Untuk menjalankan tugas pendataan ini, BPS Jakarta Barat telah mengerahkan kekuatan sebanyak 1.648 orang, yang terdiri dari 1.461 Petugas Pendata Lapangan (PPL) serta 187 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang bergerak di berbagai penjuru wilayah, ” terangnya.

Kepastian juga disampaikan terkait keamanan seluruh data yang dikumpulkan dari masyarakat. BPS menjamin bahwa setiap informasi yang diberikan dilindungi sepenuhnya oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik serta peraturan-peraturan pelaksana lainnya, sehingga kerahasiaan dan keamanan data masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *