Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Jaksel Gelar Kerja Bakti dan Pengerukan Saluran di Pesanggrahan

IMG 20260809 WA0007 scaled
Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Jaksel Gelar Kerja Bakti dan Pengerukan Saluran di Pesanggrahan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan resmi memulai gerakan besar pembersihan lingkungan sekaligus pengerukan saluran air di wilayah Kecamatan Pesanggrahan, kemarin pagi. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis guna mengantisipasi potensi banjir yang kerap muncul saat musim hujan tiba.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, hadir langsung memimpin pelaksanaan kegiatan yang berpusat di Saluran Penghubung (PHB) Alfa Indah, tepatnya di sepanjang Jalan Taman Alfa Indah. Menurutnya, pemilihan Pesanggrahan sebagai titik awal bukan tanpa alasan, mengingat wilayah ini memiliki posisi sangat vital dalam sistem penanganan banjir di Jakarta Selatan.

“Tentu sebagaimana kita ketahui bahwa Pesanggrahan ini memiliki posisi yang strategis dalam rangka penanganan permasalahan banjir di Jakarta. Oleh sebab itu, pelaksanaan kerja bakti kami mulai dari sini dan kemudian ditularkan ke seluruh RT dan RW, sehingga menjadi budaya gotong royong di masyarakat,” ujar Syafrin, Minggu (9/8/2026).

Saat meninjau langsung kondisi di lapangan, Syafrin mendapati fakta yang cukup mengkhawatirkan. Saluran PHB Taman Alfa Indah yang membentang sepanjang 403 meter ternyata mengalami pendangkalan akibat penumpukan sedimen yang sangat tebal, terutama di bagian bawah jembatan.

Baca jugaPolemik Pemborosan Rp2,66 Miliar di Sudin SDA Jaksel: Temuan BPK, Sikap Aparat, dan Desakan Tegas

“Setelah kami cek, ternyata di bawah jembatan itu sedimennya sudah sangat masif dan menutup sebagian besar saluran, bahkan mencapai 90 persen. Mumpung musim kemarau, kami bergerak cepat melakukan pengerukan agar kapasitas tampung air kembali optimal saat musim hujan tiba,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengerukan lumpur dan sedimen di dasar saluran. Aksi gotong royong ini juga merambah ke pembersihan sampah-sampah yang berserakan di lingkungan permukiman sekitar, yang kerap menjadi penyebab tersumbatnya aliran air.

Syafrin juga menjelaskan bahwa penanganan di titik ini akan disambung secara terpadu dengan wilayah tetangga, agar aliran air berjalan lancar tanpa hambatan.

“Begitu pembersihan di titik ini selesai, kami berkoordinasi dengan rekan-rekan di Jakarta Barat untuk menyambung pengerukan ke arah hilir, sehingga pergerakan air lancar menerus sampai ke pembuangan akhir,” tambahnya.

Baca jugaSDA Jaksel Bangun Waduk di Lahan Seluas 2,8 Hektare, Solusi Modern Atasi Banjir

Sebanyak 500 personel gabungan diterjunkan ke lokasi, yang terdiri dari jajaran Unit Kerja Perangkat Daerah lintas sektor, seperti Suku Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Perhubungan disertai antusiasme warga yang turun langsung berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong ini.

Syafrin pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga keberlangsungan saluran air yang telah dibersihkan ini.

“Kami meminta warga tidak menutup fungsi saluran, serta aktif melaporkan kendala drainase di lingkungannya. Terutama, jangan membuang sampah ke saluran air, karena hal itu akan kembali menutup aliran air yang sudah kami kerjakan bersama-sama,” ujarnya.

Baca jugaAkibat Hujan, Camat Cengkareng Turun Langsung Pantau Petugas SDA Bersikan Selokan

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pengerukan di Saluran PHB Alfa Indah menargetkan total volume sedimen mencapai 1.207 meter kubik, yang membentang dari batas perbatasan Jakarta Barat hingga Jalan Taman Alfa Indah.

“Progres pengerukan saat ini sudah mencapai 656 meter kubik dari total target 1.207 meter kubik. Untuk mempercepat proses, kami menerjunkan alat berat berupa dua unit amfibi, satu unit spider, serta dibantu 10 unit dump truck,” beber Santo.

Dalam upaya mempercepat pengangkutan, Sudin SDA menerapkan sistem transit. Hasil kerukan sementara ditampung di Gudang Deplu sebelum dibuang ke lokasi pembuangan akhir di Ancol. Cara ini terbukti jauh lebih efisien dibandingkan langsung mengangkut ke tempat pembuangan.

“Jika langsung dibuang ke Ancol, truk hanya bisa mengangkut satu rit per hari. Dengan sistem transit ini, efisiensi pengangkutan meningkat menjadi tiga hingga empat rit per hari,” jelas Santo.

Pengerukan dan pemeliharaan saluran ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal April dan dijadwalkan akan rampung sepenuhnya pada akhir September mendatang. Santo berharap seluruh upaya yang dilakukan bersama ini dapat membawa hasil nyata, khususnya dalam mengurangi genangan air yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

“Mudah-mudahan kegiatan ini efektif dalam mengatasi permasalahan genangan di wilayah tersebut,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *