Terkait Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, Polisi Dalami Keterkaitan Pengurus Lama

IMG 20260807 WA0002
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi penemuan ratusan senjata, mulai dari senjata api, senapan angin, hingga senjata jenis airsoft gun, tersimpan di gudang salah satu yayasan sekolah. Penemuan yang sempat menyita perhatian publik ini kini terus didalami penyidik, termasuk dugaan keterkaitannya dengan pengurus yayasan masa lalu.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers yang disampaikan di hadapan awak media, kemarin siang. Joko menjelaskan, penemuan pertama terjadi pada Jumat (10/7/2026) lalu. Saat itu, Piket Reskrim bersama Unit Identifikasi Polres Jakarta Selatan turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gudang yayasan sekolah tersebut.

Dari pemeriksaan awal, polisi mengamankan 995 unit senjata jenis airsoft gun, terdiri dari 776 unit jenis revolver dan 215 unit jenis pistol, 4 pucuk senapan angin, 1 pucuk senjata api merek Francispa dan 4 buah laras senjata panjang pabrikan.

“Senjata api beserta empat laras senjata panjang diamankan ke Unit Reskrim, sedangkan ratusan airsoft gun dititipkan di Gudang Senjata (Wasendak) Polda Metro Jaya, ” kata Joko, Jumat (8/8/2026).

Baca jugaSiang Hari Komplotan Pencuri Motor Bersenjata Api Gentayangan di Jakarta Barat, Warga Ketakutan

Penemuan berlanjut pada Rabu (5/8/2026). Polisi kembali menemukan 3 pucuk senjata airsoft gun jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine. Tak hanya senjata, di kesempatan itu juga ditemukan bukti berupa dua linting diduga ganja dan satu paket diduga sabu. Barang bukti narkoba kini ditindaklanjuti di Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan.

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim masih terus mendalami berbagai hal, mulai dari kepemilikan, dokumen yang ikut ditemukan, hingga latar belakang tersimpannya ratusan senjata di lingkungan sekolah. Satu orang saksi dari pihak yayasan telah diperiksa, dan dijadwalkan ada pemeriksaan saksi lainnya dari lingkungan yayasan pada hari yang sama saat keterangan pers disampaikan.

“Selain barang-barang yang ditemukan di lokasi juga ada dokumen. Terkait dokumen-dokumen ini tentunya penyelidik sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman,” jelasnya.

Ia juga memastikan senjata-senjata tersebut tidak berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Polisi menyinggung adanya kemungkinan kaitan temuan ini dengan pergantian kepengurusan yayasan.

Baca jugaWarkop di Kembangan Dirampok Sekelompok Orang Bersenjata Tajam

Awalnya laporan dibuat berdasarkan keterangan tanggal 10 Juli 2026, namun kemudian pihak yayasan melaporkan kembali dengan dasar laporan tertanggal 15 Juli 2026. Hal ini diduga berkaitan dengan sengketa antara pengurus lama dan pengurus baru yayasan tersebut.

“Dugaannya seperti itu dan tentunya akan kami undang. Akan kami undang yang kaitan yang disebutkan yayasan ada kaitannya dengan pengurus lama, itu menjadi poin dalam pemeriksaan nanti,” tegas Joko.

Selain itu, masih terdapat ruangan yang dikunci dan dilaporkan berisi ruang brankas hingga bungker bawah tanah yang belum sempat dibuka. Pihak yayasan meminta pendampingan kepolisian untuk membukanya. Joko memastikan hal tersebut akan segera ditindaklanjuti penyidik setelah dikoordinasikan dengan pihak pelapor. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal hingga saat ini.

Penyelidikan terus berjalan guna menelusuri asal-usul, kepemilikan, izin, serta maksud dan tujuan tersimpannya ratusan senjata beserta narkoba di lingkungan lembaga pendidikan tersebut. Polisi berjanji akan menyampaikan perkembangan selanjutnya kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *