Pemkot Jakbar Dorong Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berkualitas, Ramah Anak, dan Inklusif

10e46ca86c2860dacbfb9ff8a5ffd42c
Anggaran Ratusan Miliar untuk Sekolah Swasta Gratis: Langkah Pemprov DKI Jakarta Perluas Akses Pendidikan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat mengajak seluruh elemen, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk bersinergi mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, ramah anak, dan inklusif. Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat Muhammad Arif Rachman.

Arif menjelaskan bahwa jajarannya baru saja menyelesaikan serangkaian kegiatan penting di awal tahun ajaran. Mulai dari pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, yang kemudian dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari pada 13 hingga 17 Juli 2026 dengan mengusung tema “MPLS Ramah”.

“Kami ingin seluruh calon murid mendapatkan pengalaman yang positif ketika memasuki lingkungan sekolahnya. Kita ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman serta terbebas dari perundungan, kekerasan, senioritas maupun diskriminasi. Rasa aman dan nyaman tersebut harus menjadi budaya yang kita bangun sepanjang tahun, baik di sekolah, keluarga maupun di lingkungan masyarakat,” tegas Arif, Senin (20/7/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan mencerdaskan generasi bangsa bukanlah tanggung jawab tunggal sektor pendidikan semata, melainkan perlu dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Baca jugaPramono Anung Tegaskan Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas Utama Jakarta

“Pendidikan secara teknis memang menjadi tanggung jawab sektor pendidikan. Namun keberhasilan pendidikan sesungguhnya menjadi tanggung jawab kita semua. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan generasi yang akan melanjutkan pembangunan Jakarta,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Arif juga menyoroti perhatian serius terhadap persoalan Anak Tidak Sekolah yang masih menjadi tantangan di wilayahnya. Berbagai faktor mulai dari kondisi sosial ekonomi keluarga, kendala administrasi kependudukan, hingga persoalan kesehatan menjadi penyebab utama anak kehilangan akses pendidikan yang layak.

“Jangan sampai ada anak Jakarta yang kehilangan hak pendidikannya dan juga masa depannya karena persoalan yang sebenarnya dapat kita selesaikan apabila kita bisa bekerja sama. Ketika ada satu anak berhasil mendapatkan kembali hak pendidikannya, itu adalah keberhasilan kita semua,” imbuhnya.

Selain fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan anak, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat juga turut mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah dari Sumbernya. Pengenalan budaya lingkungan ini disisipkan dalam kegiatan belajar mengajar untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Kita memberikan edukasi kepada anak-anak agar mereka bisa memilah dan juga mengolah sampah sehingga memiliki nilai ekonomis,” tutup Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *