Gubernur Pramono Anung Perintahkan Pembersihan Rutin Sampah di Pesisir Muara Angke

1e7f8daa48585321d2e684b540d7f20e
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta secara rutin membersihkan sampah di pesisir Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan pembersihan sampah di kawasan pesisir Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara sebagai kegiatan yang rutin dan berkala. Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan sampah dalam jumlah besar yang pernah terjadi sebelumnya, hingga membentuk gundukan yang tampak seperti pulau kecil di permukaan air.

Pramono Anung menyampaikan pernyataannya tersebut saat berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa kondisi penumpukan sampah di Muara Angke sejatinya merupakan hal yang sulit dihindari, mengingat letak geografis kawasan ini yang menjadi titik hilir pertemuan dari 13 sungai yang mengalir melintasi wilayah Jakarta.

Selama bertahun-tahun, posisi ini membuat Muara Angke terus menerima aliran sampah dan material endapan yang terbawa arus sungai dari berbagai penjuru ibu kota. Karena alasan itulah, fokus utama penanganan bukanlah sekadar pembersihan sesekali, melainkan upaya berkelanjutan agar lingkungan pesisir tetap terjaga kebersihannya.

“Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan, karena jangan sampai seperti kemarin yang sudah menjadi seperti pulau baru dibersihkan,” ujar Pramono, Minggu (7/6/2026).

Baca jugaGubernur DKI Jakarta Pramono Anung Bakal Lantik Ratusan ASN, Pilih Hari Rabu dengan Alasan Khusus

Ia juga memastikan bahwa tumpukan sampah besar yang sempat mencemari pesisir Muara Angke telah selesai dibersihkan seluruhnya, dengan proses pengerjaan yang memakan waktu sekitar empat hari lamanya.

Penjelasan lebih rinci mengenai proses pembersihan ini disampaikan oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris. Ia menyebutkan bahwa kegiatan pembersihan secara intensif sudah dimulai sejak hari Rabu sebelumnya, dan seluruh sisa-sisa sampah serta kotoran yang menumpuk berhasil diselesaikan hingga bersih total pada hari Sabtu, 6 Juni sore.

“Secara keseluruhan, pekerjaan ini berlangsung mulai hari Rabu hingga Sabtu sore,” jelas Afan.

Untuk menyelesaikan penumpukan sampah dalam skala besar itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan sumber daya yang cukup besar. Sebanyak 100 petugas lapangan diturunkan langsung ke lokasi untuk melakukan pembersihan, didukung oleh sejumlah alat berat yang dirancang khusus untuk lingkungan perairan.

Baca jugaGerakan Pembasmian Ikan Sapu-sapu Diapresiasi, Pramono Anung Minta Dilakukan di Seluruh Wilayah DKI

Di antaranya adalah dua unit ekskavator amfibi yang mampu bergerak di atas air maupun di tanah, serta tiga unit kapal yang berfungsi mengangkut hasil pengerukan sampah ke tempat pembuangan akhir yang ditentukan.

Meskipun pekerjaan pembersihan besar-besaran telah rampung, Afan mengakui bahwa tantangan pengelolaan sampah di Muara Angke masih terus ada. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah aliran sampah yang terus berdatangan dari arah hulu, mengikuti aliran sungai yang tak pernah berhenti mengalir ke muara.

Sebagai langkah pencegahan dan pengendalian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan strategi penanganan di hulu sungai. Sejumlah petugas telah disiagakan di wilayah-wilayah hulu untuk mengawasi dan mengoperasikan sekat serta saringan sampah.

Alat-alat ini berfungsi menahan dan mencegat sampah agar tidak terbawa arus hingga mencapai kawasan pesisir, sehingga beban sampah yang masuk ke Muara Angke dapat ditekan sebanyak mungkin.

“Kami terus mengaktifkan rekan-rekan yang bertugas di wilayah hulu melalui sekat maupun saringan sampah untuk mencegat agar sampah tersebut tidak bergerak sampai ke wilayah pesisir,” tandas Afan.

Ke depannya, Dinas Lingkungan Hidup juga berjanji akan melakukan inspeksi berkala guna memantau kondisi kawasan Muara Angke secara langsung, sehingga setiap penumpukan sampah dapat segera ditangani sebelum menjadi masalah lingkungan yang lebih besar dan sulit diselesaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *