Jembatan Penghubung Paledang–Pasir Jaya Segera Dibangun

Jembatan Penghubung Paledang–Pasir Jaya Segera Dibangun.

Satusuaraexpress.co | Bogor — Masalah akses antara Kelurahan Paledang (Bogor Tengah) dan Pasir Jaya (Bogor Barat) akhirnya terpecahkan. Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dijadwalkan mulai 29 Mei 2026, berlangsung 180 hari, dan beroperasi November mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan proyek ini telah diupayakan lebih dari lima tahun, pemenang lelang sudah ditetapkan, dan rencana kerja serta anggaran akan disosialisasikan ke publik.

“Ini adalah perjalanan yang panjang, lebih dari lima tahun kami berusaha mewujudkannya. Saat ini pemenang lelang sudah ditetapkan, dan hal ini perlu diketahui serta tersosialisasikan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Jenal, Senin (25/5/2026).

Selain membahas persiapan teknis dan anggaran, Jenal juga menyampaikan berbagai aspirasi dari warga Paledang maupun Pasir Jaya. Salah satunya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam setiap tahapan pembangunan, agar manfaat ekonomi dari proyek ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Tidak hanya soal pelaksanaan, warga juga memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan dan ketertiban nantinya, ” ujar Jenal.

Baca jugaInspeksi Jalur Alternatif: Langkah Cepat Pemkot Bogor Jaga Kelancaran Lalu Lintas Pasca Longsor

Kemudian, lanjut Jenal, warga juga mengusulkan agar jembatan ini tidak beroperasi selama 24 jam penuh, melainkan memiliki jam buka dan tutup yang jelas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak kriminalitas. Keberadaan petugas keamanan yang berjaga di area jembatan pun menjadi usulan yang diajukan demi rasa aman pengguna.

“Nantinya jembatan tidak akan dibuka sepanjang waktu, kecuali dalam kondisi darurat. Misalnya, ada warga yang sakit parah, meninggal dunia, atau situasi mendesak lainnya yang memerlukan akses segera,” jelas Jenal.

Usulan lain yang disampaikan warga adalah pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi selama masa pembangunan berlangsung, serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai di sepanjang akses menuju jembatan. Hal ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi lokal sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan sekitar.

“Seluruh masukan yang bersifat teknis dan sosial tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut oleh aparatur wilayah bersama dinas terkait dan pihak pelaksana pembangunan agar dapat disesuaikan dalam rencana kerja, ” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menambahkan jembatan ini dirancang dengan tinggi rangka mencapai 2,7 meter, serta jarak antar titik buhul sepanjang 2,40 meter. Salah satu karakteristik unik dari bangunan ini adalah perbedaan elevasi tanah yang cukup signifikan, sekitar 3 meter, antara kedua sisi wilayah. Oleh karena itu, profil bangunan jembatan dibuat dengan kemiringan yang menurun ke arah Kelurahan Paledang agar tetap nyaman dan aman dilalui.

Baca jugaDi Tengah Arus Digitalisasi, Sekolah Islam di Bogor Lestarikan Budaya Nusantara Lewat Gelar Karya

Berdasarkan kontrak kerja yang telah disepakati, masa pengerjaan ditetapkan selama 180 hari kalender, dimulai pada tanggal 29 Mei dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 25 November 2026 mendatang.

“Kami berharap waktu 180 hari ini dapat dimaksimalkan sebaik-baiknya, meskipun kami menyadari medan yang akan dikerjakan cukup berat dan memiliki tantangan tersendiri,” ungkap Chusnul Rozaqi.

Salah satu tantangan teknis terbesar yang dihadapi adalah proses pemindahan dan penempatan material utama berupa besi baja yang berukuran besar dan berat. Kegiatan ini membutuhkan lahan yang cukup luas dan akses yang memadai, sehingga diperlukan perencanaan matang agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Chusnul menjelaskan bahwa sebelum pekerjaan fisik dimulai, akan dilakukan kembali koordinasi mendalam dengan pihak wilayah untuk mencari dan menentukan opsi teknis terbaik yang memungkinkan dan paling efektif.

Dengan segala persiapan dan keterlibatan masyarakat yang telah terjalin, pembangunan JPO Paledang–Pasir Jaya bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan jembatan penghubung harapan yang akan mempererat hubungan warga kedua kelurahan dan mempermudah mobilitas warga Kota Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *