Satusuaraexpress.co | Jakarta — Selama satu pekan terakhir, Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan telah mencatat sebanyak 18.575 ekor hewan kurban yang telah menjalani serangkaian pemeriksaan ketat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya utama untuk menjamin kesehatan hewan, serta memastikan kualitas dan kelayakan hewan yang nantinya akan disembelih pada momen Iduladha.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan ini menjangkau seluruh 10 kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan. Puluhan petugas telah dikerahkan ke setiap titik pelaksanaan agar proses pengawasan berjalan menyeluruh dan tidak ada satu pun hewan yang terlewatkan dari pengawasan.
Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada satu aspek saja, melainkan mencakup dua hal utama: kelayakan menurut syarat syariat dan kondisi kesehatan fisik hewan.
“Tujuannya sangat jelas, yakni memastikan seluruh hewan kurban bebas dari penyakit menular maupun penyakit yang dapat menular ke manusia (zoonosis), serta menjamin daging yang dihasilkan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal atau yang biasa disingkat ASUH, ” kata Irawati, Kamis (21/5/2026).
Baca juga : Walikota Jaktim Larang Penggunaan Fasilitas Umum untuk Penjualan Hewan Kurban
Selain menilai kondisi fisik, tim pemeriksa juga meneliti kelengkapan dokumen resmi yang menyertakan setiap hewan. Dokumen ini menjadi bukti sah bahwa hewan berasal dari daerah yang dinyatakan bebas penyakit dan layak untuk diperjualbelikan secara legal.
“Kami periksa Sertifikat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan sertifikat veterinernya,” ungkap Irawati.
Dari jumlah keseluruhan hewan yang diperiksa, diketahui hewan-hewan tersebut berasal dari 201 tempat penampungan yang tersebar di berbagai lokasi. Rinciannya terdiri dari 6.455 ekor sapi, 10.219 ekor kambing, 1.824 ekor domba, dan 77 ekor kerbau. Meskipun jumlah hewan yang diperiksa sangat banyak dan mayoritas dalam kondisi baik, petugas masih menemukan enam ekor hewan yang memiliki keluhan kesehatan.
“Penyakit yang terdeteksi menyerang bagian kaki, paha, hingga gejala lato-lato atau yang dikenal secara medis sebagai Lumpy Skin Disease (LSD), ” ujarnya.
Baca juga : Pemkot Jakbar Terima 37 Hewan Kurban Untuk Diserahkan Ke Masyarakat
Pihak Sudin KPKP Jakarta Selatan menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Pemeriksaan rutin terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan akan terus dilakukan secara berkesinambungan hingga mendekati hari pelaksanaan ibadah kurban, guna memastikan keamanan tetap terjaga sampai saat penyembelihan tiba.
Bagi masyarakat yang berencana membeli hewan kurban, Irawati juga membagikan sejumlah tips praktis agar mendapatkan hewan yang terbaik dan memenuhi syarat sah. Salah satu cara yang paling mudah diamati adalah dengan melihat kondisi gigi hewan, apakah sudah tumbuh sempurna atau belum. Selain itu, pembeli juga perlu memperhatikan postur tubuhnya, hewan yang sehat dan baik akan mampu berdiri tegap, tidak memiliki cacat fisik, serta tidak memperlihatkan gejala-gejala klinis penyakit apa pun.
“Kami menyarankan agar pembeli memastikan terlebih dahulu apakah ada gejala klinis atau tidak,” tandasnya.













