Atasi Genangan, Pemkot Jakbar Wacanakan Pembangunan Saluran Baru dekat Kolong Tol JORR

IMG 20260505 WA0022 scaled
Atasi Genangan, Pemkot Jakbar Wacanakan Pembangunan Saluran Baru dekat Kolong Tol JORR.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat sedang menyiapkan langkah nyata untuk menyelesaikan masalah genangan yang kerap melanda persimpangan kolong tol JORR W2 Kembangan. Sebuah saluran air sepanjang sekitar 1.050 meter direncanakan akan dibangun, yang menghubungkan Jalan Outer Ring Road langsung ke Kali Angke, dengan jadwal pelaksanaan dimulai pada bulan Juni mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah setelah meninjau lokasi banjir di RT 01/01 Kelurahan Kembangan pada Selasa (5/5/2026) sore. Dari pengamatannya, ia menyimpulkan bahwa penyebab utama masalah ini adalah luapan air dari Kali Angke yang meluas hingga ke kawasan pemukiman dan persimpangan jalan tersebut.

“Salah satu upaya paling tepat untuk mengatasi masalah ini adalah membangun saluran baru sepanjang 1.050 meter yang akan mengalirkan air kembali ke Kali Angke,” ujarnya.

Menurut rencana, saluran ini nantinya akan berfungsi sebagai jalur pengaliran yang efisien, sehingga air yang sempat meluap dapat segera dikembalikan ke sungai dan genangan di kawasan tersebut dapat diatasi secara tuntas. Yang menarik, pembangunan ini akan menggunakan skema pembiayaan kreatif, yaitu kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan tiga perusahaan swasta, di mana keterlibatan perusahaan tersebut merupakan bagian dari kewajiban pengembang di wilayah itu.

Baca jugaTinjau Lokasi Banjir, Iin Mutmainah Pastikan Penanganan Cepat dan Bantuan untuk Warga

Sambil menunggu proses pembangunan dimulai dan selesai yang diperkirakan memakan waktu sekitar empat bulan penanganan darurat tetap dilakukan dengan cara penyedotan air secara berkala agar tidak mengganggu aktivitas warga.

Penjelasan lebih rinci disampaikan oleh Plt Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat Mustajab. Ia menjelaskan bahwa genangan di persimpangan itu terjadi karena adanya dua saluran penghubung, yaitu Saluran Penghubung Tunas Muda dan Saluran Penghubung Pasar Mstrong

Kedua saluran ini sebenarnya berfungsi sebagai jalur masuk air ke Kali Angke, namun ketika ketinggian air di sungai sedang tinggi, aliran air di kedua saluran itu justru berbalik arah dan melimpas ke permukaan jalan serta lingkungan sekitar.

Baca juga :  Tak Kenal Lelah, Iin Mutmainnah Turun ke Lapangan Pastikan Keselamatan Warga Terdampak Cuaca Ekstrem

“Pembangunan saluran baru ini dirancang khusus untuk mengalirkan air secara langsung dan terarah ke Kali Angke tanpa terganggu oleh perubahan aliran tersebut, ” ujarnya.

Untuk mendukung fungsi saluran itu nantinya, pihak berwenang juga telah menyiapkan fasilitas penunjang di bagian hilir, tepat di titik masuk ke Kali Angke. Sebuah pintu air yang dilengkapi dengan pompa telah dibangun, yang berfungsi untuk tetap memompa air dari saluran ke sungai bahkan saat ketinggian air di Kali Angke sedang berada di tingkat tinggi. Proses administrasi dan persiapan teknis saat ini sedang berjalan lancar.

“Kami sedang memproses seluruh berkas yang diperlukan, dan mudah-mudahan paling lambat dalam waktu satu bulan ke depan, pembangunan sudah bisa dimulai,” tandas Mustajab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *